INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Finch Coffee & Resto salah satu kuliner di kawasan Taman Budaya Sentul City Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tetap menjaga komitmen pada kualitas menu yang menjadi identitasnya.
Di balik meja kasir Finch Coffee & Resto, Septian Ramadhan (25) dengan cekatan melayani pelanggan yang datang. Pemuda yang sudah mendedikasikan waktu selama enam tahun di tempat ini bahkan sejak era sebelum pandemi Covid-1.
Septian merupakan saksi hidup pasang surutnya industri F&B di kawasan tersebut. Sebagai pekerja senior dengan sistem kerja mobile yang menguasai seluruh operasional kafe, Septian merasakan betul perbedaan kontras antara kejayaan tahun-tahun sebelumnya dengan kondisi riil saat ini.
“Awal tahun sampai sekarang (2026), jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu, penjualannya turun sangat jauh. Semenjak awal tahun 2025 sampai pertengahan tahun ini, grafiknya bisa dibilang merosot hingga setengahnya.” ujar Septian. Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama yaitu, dampak berantai kenaikan kurs dolar yang memengaruhi daya beli masyarakat, serta semakin menjamurnya alternatif destinasi wisata baru di luar daerah Karang Tengah. Hal ini membuat konsentrasi massa yang dulunya memadati area Gunung Pancar kini mulai terpecah. Terlebih, minimnya tanggal merah pada bulan ini turut memperlambat perputaran omzet harian.
Bagi para pekerja lokal seperti Septian, tempat ini bukan sekadar ruang mencari nafkah, melainkan rumah kedua tempat ia tumbuh dari seorang pemuda tanpa pengalaman F&B hingga menjadi pilar operasional kafe. Di tengah situasi yang kurang menentu ini, terselip harapan besar agar roda bisnis kembali berputar normal.
“Harapannya ke depan pengen ramai lagi pengunjung seperti dulu. Jangan sampai kafe ini down atau penjualannya kurang sampai harus tutup. Di kondisi sekarang, tentu kita juga akan bingung jika harus mencari pekerjaan baru lagi.” pungkasnya.
Meski dihantam penurunan trafik pengunjung, Finch Coffee & Resto tetap menjaga komitmen pada kualitas menu yang menjadi identitas mereka. Di lini minuman, kafe ini mengandalkan dua menu unik yang jarang ditemui di tempat lain, Finch Latte dan Caramelized Cold Brew.
Finch Latte (Rp45.000 belum termasuk pajak & servis), Racikan latte spesial yang dipadukan dengan sentuhan dark chocolate dan hazelnut, menghasilkan cita rasa premium yang sekilas menyerupai mocha dengan tekstur lebih kaya.
Caramelized Cold Brew (Rp40.000-an), Kopi seduh dingin dengan sentuhan karamel yang menyegarkan.
Sebaliknya, untuk menu seperti Affogato (kombinasi es krim vanilla dan espresso), Septian mengakui bahwa menu tersebut saat ini menjadi yang paling jarang diminati oleh konsumen.
Di sektor kuliner berat, Japanese Beef Steak menjadi primadona utama. Berbeda dengan steik konvensional, menu seharga kisaran Rp100.000. ini disajikan dengan nasi hangat dan scrambled egg, di mana daging sapi di-saute (ditumis) menggunakan saus teriyaki yang pekat.
Selain itu, Japanese Curry Chicken Katsu juga menjadi menu favorit karena perpaduan kuah kari kaya rempah, potongan kentang, wortel, serta daging ayam yang renyah di luar namun tetap juicy di dalam.
Finch Coffee & Resto saat ini beroperasi mulai pukul 09.00–22.00 WIB pada hari kerja (weekday) dan buka lebih awal pada akhir pekan (weekend) mulai pukul 08.00–22.00 WIB.
