Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar di Kota Bogor, Polisi Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Ayatullah Humaeni
28 Okt 2026 05:27
News 0 3
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Satlantas Polresta Bogor Kota menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dalam operasi ini, kepolisian mengutamakan edukasi dan pendekatan humanis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Ega Prayudi, mengatakan operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran. Petugas di lapangan juga diminta mengedepankan sosialisasi dan imbauan persuasif agar masyarakat semakin disiplin saat berkendara.

Menurut Ega, langkah tersebut sejalan dengan arahan Kakorlantas yang menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Pelaksanaan operasi ini tidak selalu mengedepankan penegakan hukum. Kami dituntut memberikan edukasi secara persuasif dan humanis agar masyarakat terdorong untuk patuh berlalu lintas,” ujarnya.

Polisi Tertibkan Kendaraan Anggota dan Edukasi Pelajar

Sebelum menyasar masyarakat luas, Satlantas Polresta Bogor Kota terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan milik anggota kepolisian. Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat-surat serta kondisi fisik kendaraan sebagai bentuk keteladanan dalam menaati aturan lalu lintas.

Selanjutnya, kegiatan edukasi diperluas ke lingkungan sekolah dasar. Langkah ini dilakukan setelah Ega mengamati situasi lalu lintas di Kota Bogor selama kurang lebih satu bulan sejak mulai bertugas.
Dari pengamatannya, masih ditemukan orang tua yang mengantarkan anak menggunakan sepeda motor tanpa memberikan helm kepada anak tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan anak, pihaknya bersama Jasa Raharja dan instansi terkait melakukan sosialisasi sekaligus membagikan helm kepada anak-anak yang belum menggunakan pelindung kepala saat berkendara.

Ega menilai, pembiasaan tertib berlalu lintas perlu dimulai sejak usia dini. Dengan begitu, pemahaman mengenai keselamatan di jalan diharapkan dapat terbawa hingga mereka dewasa.
Adapun sejumlah materi yang disampaikan kepada masyarakat mencakup kewajiban memakai helm, mematuhi rambu-rambu, tidak parkir sembarangan, menghindari lawan arus, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong.

Pelanggaran Berisiko Tinggi Tetap Menjadi Sasaran

Meski pendekatan edukatif menjadi prioritas, kepolisian tetap akan menindak pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ega menjelaskan, petugas akan melihat tingkat risiko dari setiap pelanggaran sebelum menentukan langkah penanganan. Penindakan dilakukan secara selektif, terutama apabila pelanggaran tersebut mengancam keselamatan pengendara maupun orang lain.
“Petugas di lapangan tidak langsung menindak jika pelanggarannya tidak terlalu membahayakan. Namun, jika pelanggaran itu sudah membahayakan pengendara atau pengguna jalan lain, kami lakukan penindakan secara selektif,” jelasnya.

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap masyarakat semakin memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan bagian dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dengan menggabungkan edukasi, sosialisasi, serta penegakan hukum secara selektif, operasi ini diharapkan mampu mewujudkan lalu lintas Kota Bogor yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan.

x
x