Selain itu, Prof Hardinsyah juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam dialog tersebut, ia turut menyoroti kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program MBG. Menurut dia, perlu dilakukan pengumpulan data dasar/awal terkait partisipasi dan kemampuan belajar siswa, partisipasi guru, kader, ibu hamil dan ibu menyusui, status gizi dan kesehatan penerima manfaat, serta kondisi agromaritim dan ekonomi lokal. Selain itu, edukasi gizi dan pangan, serta pelatihan sirkuler ekonomi penting dilakukan agar food waste dapat bernilai manfaat lebih tinggi.
“BGN (Badan Gizi Nasional), lembaga pemerintah terkait, perguruan tinggi, SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), petani dan pelaku usaha, serta masyarakat perlu bekerja sama agar program ini berjalan aman, efektif dan berkelanjutan,” imbaunya.
