Infopantulan.com BOGOR – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meresmikan Kafe Warisan Kopi yang berlokasi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (5/5/2026). Peresmian dilakukan bersama Moeldoko dan sejumlah tokoh nasional.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendorong investasi berwawasan lingkungan, sekaligus menghadirkan layanan perizinan yang cepat, sederhana, dan tanpa biaya.
Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada para investor yang telah menanamkan modal di wilayah tersebut. Ia memastikan pembangunan kafe telah memenuhi aspek legalitas dan sesuai dengan ketentuan tata ruang.
“Kehadiran kami menjadi bukti bahwa legalitas tempat ini telah aman dan benar, semua melalui proses kajian matang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan kafe mengusung konsep keberlanjutan lingkungan. Hal ini terlihat dari koefisien dasar bangunan (KDB) yang hanya 7,4 persen, sehingga sebagian besar area tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan daerah resapan air.
Selain itu, sistem pengelolaan air dilakukan melalui kolam resapan sebelum dialirkan ke sungai, sebagai bentuk praktik investasi yang ramah lingkungan.
Rudy juga menyoroti potensi sektor pariwisata di Kabupaten Bogor yang dinilai masih sangat besar. Ia menyebut sejumlah destinasi mulai berkembang, termasuk kawasan wisata di Cijayanti.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Bogor terus mempercepat pembangunan infrastruktur, salah satunya melalui pembangunan jalur baru yang menghubungkan kawasan Sentul hingga Cikeas, dengan lebar jalan mencapai 30 meter dan ditargetkan rampung pada 2026.
“Seluruh proses perizinan saat ini tidak dipungut biaya. Jika masih ditemukan praktik yang menyimpang, silakan laporkan dan akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Sementara itu, Moeldoko mengapresiasi kemudahan perizinan yang diberikan Pemkab Bogor, sehingga pembangunan Kafe Warisan Kopi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Ia menilai kehadiran kafe tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan mendorong kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.
Selain itu, konsep pembangunan juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan pepohonan yang ada. Kafe ini dirancang mengikuti tren work from cafe (WFC) dengan fasilitas penunjang aktivitas kerja.
Rudy menambahkan, pengembangan destinasi wisata harus diimbangi dengan akses yang memadai agar tidak menimbulkan kemacetan. Pengembangan akses ke kawasan strategis lainnya juga terus dilakukan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Di sektor ekonomi, ia mendorong pelaku usaha memperpanjang jam operasional hingga 24 jam guna membuka lebih banyak lapangan kerja.
Menurutnya, jika terdapat 2.000 gerai yang masing-masing menambah 10 tenaga kerja, maka berpotensi menciptakan sekitar 20.000 lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Bogor.
Rudy juga menegaskan bahwa sistem perizinan di Kabupaten Bogor saat ini berjalan transparan dan bebas pungutan.
