Indeks

Viral! Siswa Dibully Senior, 6 Pelajar Diamankan Polisi, Diduga Peloncoan Basis STM

  • Bagikan

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Video aksi perundungan terhadap seorang pelajar di sebuah gang sempit kawasan Ciheuleut, Kota Bogor, Jawa Barat, viral usai beredar di media sosial rabu 3/6/26. Dalam video tersebut, korban terlihat ditelanjangi, diinjak, dan dipukuli oleh sejumlah pelajar lain hingga mengalami luka memar.

Menindaklanjuti video yang beredar luas tersebut, Satreskrim Polresta Bogor Kota bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, sebanyak 6 pelajar yang diduga terlibat dalam aksi bullying, berhasil diamankan pada Jumat siang (5/6/26) ,untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Lesmana, mengatakan pihaknya melakukan penelusuran dari lokasi kejadian hingga mengidentifikasi para pelaku dan korban yang ternyata berasal dari sekolah yang sama. “dari hasil pendalaman, didapat enam orang pelaku dan satu korban. Mereka mengakui keterlibatannya dan benar berada dalam video yang viral tersebut,” ujar AKP Aji Lesmana. Polisi juga memastikan peristiwa tersebut bukan dipicu konflik antar sekolah. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi perundungan diduga merupakan bagian dari peloncoan atau penataran anggota baru yang hendak bergabung dengan kelompok atau geng basis pelajar STM. “motifnya lebih kepada pengenalan atau penataran salah satu kelompok yang mereka ikuti. Jadi bukan konflik dua sekolah,” tambahnya.

Sementara pihak sekolah mengaku prihatin dan menyayangkan kejadian yang melibatkan siswa dari lingkungan pendidikan yang sama. Salah satu guru SMK BW, Deni Mulyadi, menyebut baik pelaku maupun korban merupakan siswa satu sekolah yang berasal dari angkatan berbeda. “kejadian ini cukup memalukan bagi kami karena pelaku dan korban satu sekolah. Kami berterima kasih kepada kepolisian yang merespons cepat sehingga kasus ini bisa segera ditangani,” kata Deni. Menurutnya, dugaan sementara menunjukkan adanya syarat atau tahapan tertentu bagi siswa yang ingin bergabung dengan kelompok basis pelajar, yang kemudian berujung pada tindakan perundungan.

Usai dilakukan mediasi, para pelaku dan korban yang diketahui masih berada dalam satu lingkungan pergaulan sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami keberadaan kelompok kelompok basis pelajar lain, yang diduga melakukan peloncoan sebagai bagian dari proses perekrutan anggota baru.
Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya praktik serupa yang berpotensi memicu tawuran maupun kekerasan antarpelajar di wilayah Kota Bogor.

  • Bagikan
Exit mobile version