Pegawai toko furnitur tersengat listrik saat pasang spanduk di Leuwiliang

Abdul Halim
5 Nov 2026 11:26
Peristiwa 0 3
3 menit membaca

Leuwiliang, Infopantulan.com – Seorang pegawai toko furnitur di Jalan Raya Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tersengat listrik saat memasang spanduk di depan tempat kerjanya pada Kamis, 5 November 2026. Kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB, ketika korban melakukan pemasangan dengan memanjat dinding dan tanpa sengaja menyentuh kabel PLN bertegangan tinggi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan laporan diterima pukul 12.03 WIB. Petugas Damkar Sektor Leuwiliang kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Leuwiliang untuk pemeriksaan medis setelah korban terkapar akibat tersengat listrik.

Kronologi pegawai tersengat kabel PLN saat pasang spanduk

Menurut Yudi Santosa, kejadian bermula dari aktivitas pemilik toko furnitur bersama pegawai-pegawainya yang memasang spanduk sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam proses tersebut, salah satu pegawai naik dengan memanjat dinding untuk membantu pemasangan.

Namun, pada saat itulah korban menyentuh kabel PLN bertegangan tinggi. Sentuhan pada kabel tersebut membuat korban tersengat listrik hingga terkapar. Yudi Santosa menyampaikan, “Korban pun terkapar setelah tersengat listrik.”

“Korban pun terkapar setelah tersengat listrik,” kata Yudi Santosa, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor.

Evakuasi Damkar dan pemeriksaan medis di RSUD Leuwiliang

Setelah korban terkapar, pemilik toko dan warga sekitar meminta bantuan petugas Damkar Sektor Leuwiliang untuk melakukan evakuasi. Yudi Santosa menyebut laporan masuk pada pukul 12.03 WIB, lalu petugas langsung mengevakuasi korban.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk pemeriksaan medis. Meski kejadian berlangsung cepat dan melibatkan kabel bertegangan tinggi, korban disebut beruntung karena selamat dan tetap mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi.

Dampak bagi lingkungan kerja dan warga sekitar

Peristiwa ini terjadi di area yang menjadi aktivitas kerja harian, tepatnya di depan toko furnitur di Jalan Raya Leuwiliang. Aktivitas pemasangan spanduk yang melibatkan pemanjatan berinteraksi dengan infrastruktur kelistrikan di sekitar lokasi, sehingga situasi berisiko muncul ketika jarak antara pekerjaan dan kabel listrik tidak terukur dengan aman.

Bagi warga sekitar dan pekerja toko, kejadian semacam ini biasanya memunculkan perhatian pada prosedur kerja saat memasang perlengkapan luar ruangan, terutama bila ada kabel listrik di dekat titik pemasangan. Dalam kasus ini, respons cepat warga dan petugas Damkar, dimulai dari laporan pada pukul 12.03 WIB, menjadi bagian penting dari proses penanganan awal sebelum korban menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Yang perlu dicermati setelah insiden tersengat listrik

Meski korban selamat, insiden tersengat listrik tetap membutuhkan evaluasi medis untuk memastikan kondisi tubuh aman setelah paparan listrik. Pemeriksaan di RSUD Leuwiliang menjadi tahap lanjutan yang menutup rangkaian penanganan darurat pada hari yang sama.

Informasi yang tersedia juga menunjukkan bahwa kejadian terjadi saat pemasangan spanduk sekitar pukul 12.00 WIB dan penanganan darurat dilakukan setelah laporan masuk pada pukul 12.03 WIB. Rangkaian waktu ini memberi gambaran bahwa keterlambatan respons dapat memperbesar risiko, sehingga koordinasi warga, pemilik tempat kerja, dan petugas penanganan darurat menjadi krusial pada situasi serupa.

x
x