Polri Siagakan 5.582 Personel, Gunung Api hingga Bencana Alam Jadi Perhatian

Nelly Sipayung
7 Sep 2026 23:28
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR— Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam dan konflik sosial yang dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 5.582 personel disiapkan untuk digerakkan ke daerah yang membutuhkan dukungan tambahan.

Kesiapan ribuan personel tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2026).

Apel dipimpin langsung Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Dalam kegiatan tersebut, kesiapan personel sekaligus perlengkapan pendukung penanganan bencana dan konflik sosial turut diperiksa.

Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops Kapolri), Irjen Pol Laksana, mengatakan 5.582 personel yang disiapkan merupakan kekuatan dari Mabes Polri.

Pasukan tersebut nantinya dapat diperbantukan atau ditempatkan di bawah kendali operasi (BKO) Polda yang membutuhkan tambahan kekuatan.

“Polri melaksanakan apel kesiapan dalam rangka Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II. Jumlah dari anggota yang diapelkan itu adalah 5.582 personel,” ujar Laksana, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pengerahan personel tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana alam. Kekuatan tersebut juga dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan munculnya konflik sosial di sejumlah daerah.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, Operasi Aman Nusa I difokuskan untuk menghadapi konflik sosial, sedangkan Operasi Aman Nusa II diarahkan pada penanganan bencana alam.

Polri juga memetakan sejumlah potensi ancaman bencana, termasuk aktivitas vulkanik sejumlah gunung api serta kebakaran hutan dan lahan.

Beberapa gunung yang menjadi perhatian di antaranya Gunung Sinabung di Sumatra, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Halmahera.

“Kita juga mencermati terkait dengan aktivitas gunung-gunung vulkanik, di mana mulai dari Sumatra yaitu Gunung Sinabung, kemudian Gunung Anak Krakatau, kemudian Gunung Semeru, terus Gunung Lewotobi yang ada di NTT, dan Gunung Ibu yang ada di Halmahera,” kata Johnny.

Tak hanya mengandalkan kekuatan personel, Polri turut menyiapkan berbagai peralatan untuk mendukung operasi di lapangan. Peralatan tersebut meliputi helikopter, pesawat fixed-wing, kendaraan lapangan, dapur lapangan, fasilitas pengolahan air, hingga kendaraan kesehatan.

Polri juga menyiagakan personel dengan keahlian khusus untuk mendukung pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan hingga penanganan trauma bagi masyarakat terdampak.

“Baik itu heli, baik itu fixed-wing, baik itu kendaraan, ada water treatment, ada mobil kesehatan, sampai dengan personel yang mengawali ada dari psikologi untuk trauma healing, dari anggota yang pencarian, dari anggota yang melaksanakan evakuasi, perawatan, Dokkes, segala macam,” ujar Johnny.

Skema bantuan antardaerah juga disiapkan. Polda yang wilayahnya tidak terdampak bencana dapat mengerahkan personelnya untuk memperkuat daerah lain yang membutuhkan bantuan.

Dengan pola tersebut, Polri menyiapkan kekuatan yang dapat digerakkan secara fleksibel sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan.

x
x