google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Lupakan Dadan, Silmy, Febry. Ini Saatnya Lamine Yamal vs Messi

Muhammad Ibad Ibrahim
17 Jul 2026 02:19
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM. BOGOR – Sesaat publik terlupakan kasus mega korupsi batubara yang berdampak blackout Sumatera Jawa, suap Asabri dan Krakatau Steel yang merugikan negara trilyunan yang berujung ditetapkannya pejabat sekelas Jampidsus Febrie Adriansyah jadi tersangka.

Publik Indonesia juga seolah amnesia kelanjutan korupsi makan bergizi gratis yang bikin heboh seluruh Indonesia yang melibatkan trio pimpinan Badan Gizi Nasional Dadan-Sony-Lodewyk masuk bui. Bahkan kasus korupsi Wamen Imigrasi Silmy Karim yang terkena buntut operasi tangkap tangan KPK lemyap dari ingatan. Sampai berita recehan pengangkatan asisten Rafi Ahmad dan ex sales Toyota yang disebut-sebut ponakan menteri pekerjaan umum sebagai komisaris BUMN terlupakan.

Publik kini sepenuhnya tertuju pada satu pertandingan yang menjadi perhatian miliaran pasang mata di seluruh dunia: Final Piala Dunia 2026, mempertemukan Spanyol melawan Argentina.

Final kali ini menghadirkan sebuah cerita lintas generasi. Di satu sisi ada Lamine Yamal, wonderkid Spanyol yang dalam usia sangat muda telah menjelma menjadi ikon baru sepak bola dunia. Di sisi lain berdiri Lionel Messi, legenda hidup yang masih menjadi ruh permainan Argentina dan berpeluang kembali menorehkan sejarah di panggung terbesar sepak bola.

Pertarungan dua generasi ini benar-benar mengguncang semesta. Euforia final Piala Dunia bahkan terasa hingga ke Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, perbincangan publik di media sosial, warung kopi, kantor, hingga komunitas olahraga lebih banyak diisi dengan prediksi siapa yang akan mengangkat trofi dibanding membahas berbagai isu politik, ekonomi, maupun penegakan hukum yang sebelumnya mendominasi pemberitaan nasional.

Yang menjadi sorotan saat ini bukan lagi perdebatan mengenai berbagai perkara yang sedang menjadi perhatian publik, melainkan pertanyaan sederhana namun penuh gairah: Spanyol atau Argentina?

Spanyol Datang dengan Status Favorit

Lupakan sejenak nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappé, Neymar Jr., Erling Haaland, hingga para bintang dunia lainnya. Panggung sepakbola kini seoenuhnya milik tim Spanyol dan Argentina.

Spanyol melangkah ke partai puncak dengan penuh percaya diri setelah menyingkirkan Prancis dan mengatasi Portugal. Berstatus sebagai salah satu tim terbaik dunia serta juara Eropa, La Furia Roja datang dengan skuad yang dipenuhi pemain-pemain elite yang berkiprah di liga-liga terbaik Eropa.

Di antaranya terdapat Lamine Yamal (FC Barcelona), Pedri (FC Barcelona), Gavi (FC Barcelona), Nico Williams (Athletic Club), Dani Olmo (RB Leipzig/Barcelona), Rodri (Manchester City), Fabián Ruiz (Paris Saint-Germain), Mikel Merino (Arsenal), Álex Baena (Atlético Madrid), Pau Cubarsí (FC Barcelona), Robin Le Normand (Atlético Madrid), Marc Cucurella (Chelsea), Dani Carvajal (Real Madrid), Aymeric Laporte, hingga Unai Simón (Athletic Club).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x