google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Rudy Susmanto Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

Muhammad Ibad Ibrahim
28 Jul 2026 05:59
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat menjadikan Malasari sebagai simbol kebangkitan sekaligus pengingat sejarah berdirinya Kabupaten Bogor. Menurutnya, kawasan yang menjadi bagian penting perjalanan pemerintahan Kabupaten Bogor itu tidak boleh lagi tertinggal dalam pembangunan.

Rudy menegaskan, Malasari memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai titik awal Bogor berdiri justru menjadi titik paling belakang dalam perkembangan Kabupaten Bogor,” kata Rudy.

Ajakan tersebut disambut baik PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang menggelar rangkaian kegiatan diskusi dan napak tilas. Kegiatan ini menghadirkan tokoh masyarakat, akademisi, pegiat lingkungan, serta masyarakat setempat untuk mendiskusikan pentingnya menjaga kelestarian alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kabupaten Bogor.

Sebagai penutup kegiatan, PPLI menyerahkan bibit pohon endemik Nirmalasari serta berbagai jenis pohon keras lainnya untuk ditanam di kawasan hutan dan pegunungan Malasari sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan dan menjaga sumber-sumber air.

Keturunan generasi keempat Kepala Desa Malasari pertama, Usep Malasari, mengisahkan bahwa rumah yang kini dijaganya merupakan saksi sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948.

Menurutnya, saat itu Bupati Bogor pertama, Raden Ipik Gandamana, memilih Malasari sebagai pusat pemerintahan darurat karena wilayah tersebut dinilai paling aman dari ancaman penjajah.

“Dulu saat Agresi Militer II tahun 1948, Pak Ipik Gandamana diamanahkan mempertahankan pemerintahan mulai dari Jasinga, Sukajaya hingga Malasari. Beliau memutuskan Malasari sebagai tempat yang paling aman,” ujar Usep, Senin, 20 Juli 2026.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x