
INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Rencana pembangunan jalan tambang di Kabupaten Bogor belum berhenti. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan program tersebut masih berjalan dan anggaran pembebasan lahan sekitar Rp100 miliar tetap tercantum dalam postur APBD Tahun Anggaran 2026.
Penegasan itu disampaikan Rudy usai Rapat Paripurna (Rapur) DPRD Kabupaten Bogor, Senin (14/9/2026), yang membahas Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 serta Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Rudy mengatakan, seluruh program yang diusulkan Pemkab Bogor bersama DPRD merupakan hasil dari rangkaian proses perencanaan pembangunan, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, Kelurahan, Kecamatan hingga penyusunan RKPD.
“Yang kita susun menjadi sebuah rancangan APBD yang dibahas bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Bogor, sehingga menjadi sebuah produk dan program yang betul-betul dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy, Senin (14/9/2026).
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalan tambang. Rudy memastikan rencana tersebut masih masuk dalam program pemerintah.
Ia bahkan menyoroti munculnya informasi di sejumlah platform media digital yang dinilai berpotensi menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.
“Jalan tambang masih berjalan. Bahkan dalam postur APBD Tahun Anggaran 2026 anggarannya masih teranggarkan untuk pembebasan lahan kurang lebih sekitar Rp100 miliar,” tegasnya.
Namun, Rudy mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa serta-merta melakukan pembebasan lahan. Setiap tahapan harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
Salah satunya berkaitan dengan penetapan lokasi. Untuk kebutuhan lahan dengan luasan lebih dari lima hektare, prosesnya membutuhkan persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, lahan yang nantinya digunakan untuk pembangunan jalan juga harus memenuhi ketentuan kesesuaian tata ruang.
“Lahan tersebut pada saat pemerintah tujuannya untuk membangun jalan, maka kesesuaian tata ruangnya juga harus sesuai,” ujarnya.
Rudy memastikan tahapan tersebut saat ini masih diproses oleh pemerintah daerah.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga tengah memikirkan konektivitas transportasi di wilayah barat Kabupaten Bogor. Salah satu opsi yang turut dikembangkan adalah konektivitas melalui jalur kereta api.
Namun, Rudy meminta masyarakat tidak mengartikan rencana pengembangan transportasi tersebut sebagai pengganti pembangunan jalan tambang.
“Jangan sampai diputarbalikkan bahwa jalan tambangnya hilang berubah menjadi kereta api,” tandas Rudy.

