Satu Dekade SSB Mutiara97, Berawal dari 20 Siswa Kini Berkembang Jadi 245 Peserta Didik

Riky Iskandar
1 Nov 2026 08:25
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Sepuluh tahun bukan waktu singkat bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) Mutiara97 dalam membangun fondasi pembinaan pesepak bola usia dini di Kota Bogor.

Berawal dari hanya 20 peserta didik, sekolah sepak bola ini kini tumbuh dengan 245 siswa aktif dan terus berupaya melahirkan talenta-talenta muda potensial.

Perjalanan satu dekade tersebut diperingati dengan cara berbeda. Mengambil momentum hari jadi ke-10, SSB Mutiara97 menggelar fun football yang melibatkan siswa, orang tua, dan para pelatih di Lapangan Manunggal, Kecamatan Bogor Barat, Minggu (1/11/2026).

Tidak berorientasi pada kompetisi, kegiatan kali ini lebih mengutamakan kebersamaan. Sejumlah pertandingan persahabatan digelar, mulai dari laga sepak bola yang melibatkan para ibu dari masing-masing kelompok usia, pertandingan bapak-bapak, hingga pertandingan antara siswa melawan pelatih.

Kepala Sekolah SSB Mutiara97, Erwin Maulana, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini memang dirancang sebagai ajang berkumpulnya seluruh keluarga besar Mutiara97.

“Biasanya kami mengundang SSB dari wilayah Jabodetabek, Sukabumi sampai Cianjur. Namun, untuk perayaan 10 tahun ini kami ingin lebih fokus pada silaturahmi. Jadi, orang tua juga ikut bermain sepak bola bersama anak-anak dan pelatih,” kata Erwin.

Menurutnya, kekuatan Mutiara97 selama satu dekade terletak pada konsistensi dalam menjalankan pembinaan. Sejak awal berdiri pada 2015-2016, tujuan utama sekolah sepak bola tersebut bukan sekadar mengajarkan teknik bermain, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan anak.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui semangat “satu hati, satu jiwa, satu tujuan” yang menjadi landasan dalam mendidik para peserta didik.

Perkembangan jumlah siswa menjadi salah satu gambaran perjalanan Mutiara97. Dari awalnya hanya 20 anak, jumlah peserta didik meningkat menjadi 50 anak dan kini mencapai 245 siswa aktif.

Untuk menjaga kualitas pembinaan, Mutiara97 diperkuat 13 pelatih yang seluruhnya telah memiliki lisensi kepelatihan C dan D.

“Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat sepak bola agar bisa berkembang sejak dini. Harapannya, mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.

Tak hanya dari sisi teknis kepelatihan, pengelolaan internal juga mulai mengikuti perkembangan teknologi. Mutiara97 telah menerapkan sistem digital untuk berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari pendaftaran siswa, pembayaran SPP, honor pelatih, absensi hingga penyusunan rapor peserta didik.

Di bidang prestasi, hasil pembinaan tersebut turut membuahkan pencapaian di tingkat nasional. Terbaru, Mutiara97 berhasil menempati posisi runner-up dalam ajang Grassroot National setelah melewati pertandingan semifinal menghadapi tim asal Lampung dan melaju ke partai final melawan wakil Riau.

Erwin menegaskan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena seluruh pemain yang diturunkan merupakan hasil pembinaan internal tanpa meminjam pemain dari sekolah sepak bola lain.

“Kami ingin membuktikan bahwa hasil pembinaan sendiri juga bisa bersaing. Jadi, pemain yang bertanding benar-benar anak-anak yang selama ini kami didik dan latih di Mutiara97,” ungkapnya.

Momentum perayaan satu dekade juga dihadiri legenda sepak bola Indonesia, Budi Sudarsono. Kehadiran sosok tersebut menjadi salah satu penyemangat bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola.

Selain itu, terdapat pula Alya, salah satu jebolan pembinaan Mutiara97 yang kini berusia 17 tahun. Ia telah mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia U-17, mengikuti Piala Kartini, hingga memperoleh pengalaman bermain sepak bola di Prancis.

Kisah Alya menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan di tingkat sekolah sepak bola dapat membuka peluang bagi pemain muda untuk melangkah ke panggung yang lebih luas.

Meski telah mencatatkan berbagai perkembangan, Mutiara97 masih memiliki sejumlah target untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Salah satunya menambah jam terbang siswa melalui lebih banyak pertandingan dan kompetisi.

Pihaknya juga berencana meningkatkan kapasitas para pelatih dengan menggelar coaching clinic yang menghadirkan pelatih berpengalaman di tingkat nasional.

Saat ini, aktivitas latihan Mutiara97 berpusat di Lapangan Manunggal. Namun, untuk memenuhi kebutuhan latihan, pengelola masih harus menggunakan tiga lokasi berbeda, yakni Lapangan Manunggal, GOR Pajajaran, serta lapangan Brimob di Kedung Halang.

“Kami masih menyewa tiga lapangan untuk menunjang kegiatan latihan. Karena itu, salah satu harapan ke depan adalah bisa memiliki lapangan sendiri,” ujarnya.

Erwin berharap, memasuki usia baru, Mutiara97 dapat terus berkembang bukan hanya dari sisi jumlah peserta didik dan prestasi, tetapi juga kualitas fasilitas serta sumber daya manusia yang terlibat dalam pembinaan.

“Harapan kami anak-anak semakin banyak mendapatkan kesempatan bertanding, kemampuan pelatih juga terus meningkat. Kami ingin memiliki lapangan sendiri supaya pembinaan bisa lebih maksimal dan anak-anak punya fasilitas yang lebih baik,” pungkasnya.

x
x