Lama Tak Digelar, Pemkot Bogor Kembali Hadirkan Pagelaran Wayang di Balai Kota

Ayatullah Humaeni
6 Nov 2026 15:07
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menghadirkan pagelaran wayang di Balai Kota Bogor melalui peringatan Hari Wayang Nasional 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi seni pertunjukan wayang sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap akar budaya Sunda.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pagelaran wayang golek maupun wayang kulit sudah cukup lama tidak diselenggarakan di lingkungan Balai Kota Bogor.

Karena itu, pelaksanaan peringatan Hari Wayang Nasional kali ini menjadi kesempatan penting untuk kembali mendekatkan kesenian tradisional kepada masyarakat.

“Ini mungkin sudah sekian lama Kota Bogor tidak menyelenggarakan kegiatan pagelaran wayang, baik wayang golek maupun wayang kulit, di Balai Kota Bogor. Malam ini, alhamdulillah atas kerja sama dan bantuan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kita selenggarakan Peringatan Hari Wayang Nasional di Balai Kota Bogor,” ujar Dedie saat memberikan sambutan acara Hari Wayang Nasional 2026 di Balai Kota Bogor, Jumat 6 November 2026.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang telah mendukung terselenggaranya dua agenda kebudayaan nasional di Kota Bogor.

Sebelumnya, pada Oktober lalu, Kota Bogor turut menjadi bagian dari pelaksanaan peringatan Hari Kebudayaan Nasional yang digelar di kawasan Kebun Raya Bogor. Sementara itu, peringatan Hari Wayang Nasional kali ini dipusatkan di Balai Kota Bogor.

Menurut Dedie, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa, khususnya kesenian tradisional Sunda.

Ia menegaskan, wayang golek merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Sunda yang perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan kepada generasi berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara, mulai dari Dinasti Sunandar, para seniman, nayaga, panitia, hingga sejumlah pengisi acara yang turut memeriahkan kegiatan.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, jajaran Kementerian Kebudayaan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Bogor, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta masyarakat.

Kehadiran para pejabat dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, tidak hanya pemerintah, tetapi juga komunitas seni dan masyarakat luas.

Melalui peringatan Hari Wayang Nasional ini, Pemkot Bogor berharap kesenian tradisional tetap mendapat ruang di tengah perkembangan zaman.

Pagelaran wayang diharapkan menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya, memperkuat identitas daerah, sekaligus menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus modernisasi.

x
x