Bukan Sekadar Lomba, Durian dan Alpukat Petani Bogor Diburu Jadi Buah Unggulan

Nelly Sipayung
13 Sep 2026 14:23
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Buah-buah terbaik dari berbagai pelosok Kabupaten Bogor berkumpul dalam satu arena. Ada durian dengan aroma khas, ada pula alpukat dengan kualitas yang dinilai layak bersaing.

Bagi para petani, kontes durian dan alpukat yang digelar dalam festival pertanian ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara. Ada harapan lebih besar di baliknya: buah lokal semakin dikenal, memiliki identitas, dan pada akhirnya mampu meningkatkan nilai jual hasil panen petani.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan lebih luas potensi buah-buahan yang selama ini tumbuh dan dikembangkan petani Kabupaten Bogor.

“Ini baru pertama kali. Kita ingin mengenalkan produk-produk pertanian yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Edi.

Menurut Edi, Kabupaten Bogor memiliki banyak komoditas pertanian potensial. Namun, potensi tersebut perlu diperkenalkan melalui promosi dan kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh serta para pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kontes tersebut, pemerintah juga ingin melihat lebih jauh kualitas buah yang dihasilkan dari berbagai wilayah.

“Pertama kita sosialisasi dan promosi. Kedua tentunya kita ikutsertakan stakeholder, para petani, para penyuluh dan yang ada di wilayah-wilayah ini. Kemudian kita bisa kolaborasikan agar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pasar Petani Garuda, Ruslan, mengatakan antusiasme petani dalam kegiatan tersebut cukup besar.

Sedikitnya 31 varietas durian dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor ikut dibawa untuk dinilai. Buah-buah tersebut hadir melalui perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari wilayah 1 hingga wilayah 13.
Tak hanya durian, kontes juga memperlombakan buah alpukat.

Secara keseluruhan, sekitar 190 petani yang tergabung dalam jaringan Penyuluh Pertanian Swadaya ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ruslan mengatakan, kontes ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menemukan buah dengan kualitas dan karakteristik yang menonjol.

“Jenisnya banyak sekali. Ada 31 varietas dari seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bogor melalui perwakilan BPP Wilayah 1 sampai Wilayah 13,” ungkapnya.

Yang menarik, buah yang nantinya menjadi pemenang tidak berhenti pada penghargaan.
Varietas tersebut direncanakan didaftarkan sebagai varietas unggul Kabupaten Bogor.

Saat Juara Membuat Harga Buah Berbeda
Bagi petani, sebuah kemenangan dalam kontes dapat menjadi pintu menuju pasar yang lebih luas.

Ruslan mengatakan buah yang memiliki reputasi sebagai pemenang kontes biasanya akan lebih menarik perhatian konsumen. Bahkan, sejumlah durian yang mengikuti kontes disebut sudah memiliki peminat sebelum perlombaan digelar.

“Kalau sudah ikut kontes dan menang, walaupun tingkat kabupaten, peminatnya pasti akan lebih tinggi,” katanya.

Dampaknya juga bisa terasa pada cara buah tersebut dipasarkan.

Menurut Ruslan, durian yang sebelumnya biasa dijual berdasarkan butiran dapat memiliki nilai jual berbeda setelah mendapatkan pengakuan melalui kontes.

“Misalnya kalau biasanya dijual per butir, kalau sudah menang lomba bisa jadi dijual per kilogram,” ujarnya.

Artinya, di balik sebuah kontes buah, ada peluang ekonomi yang ikut dipertaruhkan. Semakin dikenal kualitas dan varietasnya, semakin besar pula peluang buah tersebut mendapatkan tempat di pasar.

Upaya memperkenalkan durian Bogor juga tidak berhenti di tingkat daerah.

Ruslan menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan komunitas Durian Traveller mengenai rencana kontes durian tingkat nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, yang berkaitan dengan momentum panen raya pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

“Panen raya nanti di Desember dan Januari. Rencananya di Lapangan Banteng akan ada lomba tingkat nasional untuk durian,” tuturnya.

Bagi petani, kesempatan seperti ini membuka ruang untuk membawa nama buah lokal Kabupaten Bogor keluar dari pasar daerah.

Sementara bagi pemerintah daerah, festival dan kontes menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu produk pertanian lokal mendapatkan panggung promosi.

Edi menegaskan, potensi buah unggulan Kabupaten Bogor sebenarnya masih sangat luas. Karena itu, ke depan bukan tidak mungkin komoditas buah lainnya juga akan mendapat kesempatan serupa.

“Masih banyak sebenarnya. Mungkin pada kesempatan kontes lainnya bisa juga ada buah-buah yang lain,” kata Edi.

Dari kebun-kebun petani hingga meja penilaian, buah-buah itu kini tak hanya dilihat sebagai hasil panen. Ada cerita tentang kualitas, kerja keras petani, promosi, dan harapan agar buah lokal Kabupaten Bogor semakin dikenal sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi mereka yang menanamnya.

x
x