
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Memelihara ikan hias bisa menjadi aktivitas yang memberikan beragam manfaat, mulai dari membantu relaksasi, melatih kedisiplinan, hingga membuka peluang ekonomi.
Hobi ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga mengajak pemiliknya memahami perilaku ikan dan menjaga keseimbangan ekosistem di dalam akuarium.
Dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Fajar Maulana, SPi, MSi, menjelaskan bahwa daya tarik ikan hias berasal dari berbagai aspek. Selain warna dan bentuk yang menarik, proses perawatan serta keberhasilan menciptakan lingkungan hidup yang sesuai turut memberikan kepuasan tersendiri bagi penghobi.
“Ketertarikan terhadap ikan hias tidak hanya berasal dari keindahan ikannya, tetapi juga dari proses merawat, memahami perilaku, dan keberhasilan menciptakan lingkungan yang membuat ikan dapat hidup dengan baik,” jelas Fajar, Kamis (29/10/2026).
Ia menuturkan, kegiatan mengamati ikan di dalam akuarium berpotensi membantu seseorang merasa lebih tenang dan memperbaiki suasana hati. Pergerakan ikan, kombinasi warna, serta dinamika ekosistem akuatik dapat menjadi daya tarik yang memberikan jeda dari rutinitas sehari-hari.
Fajar merujuk pada penelitian Cracknell dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam jurnal Environment and Behavior pada 2016. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengamati akuarium berpotensi memberikan manfaat psikologis dan fisiologis, termasuk perubahan suasana hati dan denyut jantung.
“Gerakan ikan yang relatif lembut dan dinamika lingkungan akuatik dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari aktivitas yang menuntut perhatian terus-menerus,” ujarnya.
Meski demikian, efek relaksasi dari memelihara ikan hias tidak selalu dirasakan dengan cara yang sama oleh setiap orang. Jenis ikan dan karakter perilakunya juga dapat memengaruhi pengalaman penghobi. Ikan dengan perilaku predator atau agresif, misalnya, dapat memberikan sensasi berbeda dibandingkan ikan yang bergerak lebih tenang.
Karena itu, memelihara ikan hias dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan untuk mengisi waktu luang, tetapi tidak dapat menggantikan penanganan profesional bagi orang yang mengalami gangguan psikologis.
Di balik keindahan akuarium, pemeliharaan ikan hias membutuhkan pengetahuan dan konsistensi. Penghobi harus memperhatikan kualitas air, pemberian nutrisi, kesehatan ikan, serta kondisi lingkungan agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis.
Menurut Fajar, pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk memastikan ikan dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Dengan demikian, hobi ini juga dapat melatih kedisiplinan, ketelitian, serta tanggung jawab pemiliknya.
Ia menekankan bahwa kesejahteraan ikan harus menjadi prioritas dalam kegiatan pemeliharaan. Pemilihan jenis ikan perlu mempertimbangkan ukuran akuarium, kebutuhan hidup, dan kemampuan pemilik dalam melakukan perawatan.
“Penghobi dianjurkan memperoleh ikan dari sumber yang legal dan berkelanjutan. Ikan yang dipelihara juga tidak boleh dilepaskan begitu saja ke perairan umum karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem setempat,” jelasnya.
Lebih jauh, ikan hias juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas budi daya yang bernilai ekonomi. Pengembangan sektor ini membutuhkan dukungan pengetahuan, keterampilan pemeliharaan, serta pemahaman mengenai kebutuhan pasar.
Fajar menyebutkan, Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB University turut memberikan pembelajaran mengenai ikan hias dan akuaskap melalui mata kuliah Ikan Hias dan Akuaskap.
“Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai teknik pemeliharaan ikan hias sekaligus mendorong pengembangan potensi ikan hias Indonesia,” pungkasnya.
Foto : istimewa

