
Infopantulan.com – Selena Gomez dan Demi Lovato kembali tampil sebagai pasangan “Delena” dalam kampanye terbaru Rare Beauty. Peristiwa ini berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2026, saat keduanya merilis kolaborasi yang mengusung nuansa nostalgia, sekaligus mengaitkannya dengan momen mereka di film Princess Protection Program.
Dalam kampanye tersebut, Selena tampil dengan gaun strapless bernuansa biru kehijauan dan melengkapi penampilan memakai tiara mungil rancangan desainer aksesori Indonesia, Rinaldy A. Yunardi. Kolaborasi Delena juga diwujudkan melalui produk Rare Beauty, yaitu Delana Soft Pinch Blush Bundle, yang diposisikan sebagai liquid blush dengan warna Hope dan Virtue.
Kembalinya Selena Gomez dan Demi Lovato sebagai “Delena” langsung menyasar dua kelompok penggemar sekaligus. Di satu sisi, ada penggemar yang tumbuh bersama era Disney Channel dan menautkan visual mereka pada Princess Protection Program yang tayang pada 2009. Di sisi lain, ada penonton beauty yang biasanya menangkap detail gaya sebagai bagian dari identitas produk, bukan sekadar latar pemotretan.
Nuansa yang dihadirkan memang mengingatkan pada kostum masa itu, terutama dari pilihan warna gaun yang dibuat senada. Namun, ada pergeseran cara menampilkan karakter. Jika dulu penampilan terasa remaja dan mengutamakan kesan muda, kali ini keduanya menghadirkan “rasa” yang lebih matang, sejalan dengan usia mereka yang kini lebih dewasa. Selena memilih gaun strapless bervolume dengan lipatan rok yang dramatis, sedangkan Demi tampil dengan gaun kuning bersulam manik dan mahkota berukuran lebih besar.
Dari rangkaian elemen visual yang tampil ramai, tiara yang dikenakan Selena menjadi bagian yang paling cepat tertangkap mata. Bentuknya dibuat kecil, dipadukan dengan rambut terbelah tengah dan gelombang panjang. Pada foto kampanye, kilauannya tampak jelas karena kontras dengan latar pink yang terang.
Rinaldy A. Yunardi menjelaskan bahwa pembuatan tiara ini tidak sekadar mengecilkan versi yang sudah ada. Ia menilai ada pendekatan berbeda dibanding kebiasaannya. Biasanya ia membuat tiara berukuran lebih besar, tetapi untuk kampanye ini ia mencoba versi minimalis agar tetap terasa sebagai “statement”, meski tidak dominan dari sisi volume.
“Biasanya bikin lebih besar. Namun kali ini mencoba hal baru dengan membuat ukuran yang lebih kecil dari biasanya,” ujar Rinaldy A. Yunardi.
Secara desain, tiara mini tersebut dibuat dari logam dengan tinggi kurang lebih 3,5 cm. Karena ukurannya lebih kecil, Rinaldy mengalihkan fokus visual ke center point, bukan mengandalkan ukiran yang biasanya menjadi ciri khas karyanya. Dengan begitu, detail yang paling menonjol tetap terlihat meski keseluruhan bentuk dibuat ringkas.
Ia menyebut center point bertatahkan cubic zirconia berbentuk pear, round, dan marquise. Di bagian tengah terdapat batu tear drop berukuran besar dari semi precious stone, yang dikelilingi cubic zirconia. Pada sisi kiri dan kanan, ornamen dibuat menyerupai daun, sedangkan bagian pinggir dihiasi bentuk oval dan bulat. Selain itu, bentuk tiara juga dibuat mengecil agar terlihat lebih tinggi saat dikenakan.
Menariknya, Rinaldy tidak menyederhanakan material hanya karena ukuran tiara diperkecil. Ia menyampaikan bahwa logam yang digunakan berasal dari Indonesia. Sementara itu, batu permata seperti cubic zirconia dan semi precious stone didatangkan dari luar negeri.
Pemecahan sumber material ini mempertegas gagasan “mini size” yang tidak identik dengan detail yang berkurang. Justru, ukuran yang lebih ringkas diarahkan untuk memusatkan perhatian pada elemen yang paling kuat secara visual. Dalam konteks kampanye yang menonjolkan nuansa nostalgia, strategi desain seperti ini membantu tiara tetap terasa sebagai aksen karakter, bukan sekadar aksesori tambahan.
Tiara mini ini, menurut Rinaldy, tidak lahir dari permintaan khusus yang datang mendadak. Ia sengaja menciptakannya sebagai karya yang siap “menemukan” pengguna yang cocok, karena menunggu permintaan kadang tidak memberi ruang waktu yang ideal. Rinaldy bahkan menyiapkan beberapa desain ready untuk tujuan tersebut.
Permintaan untuk menyiapkan tiara datang sekitar satu bulan sebelum digunakan. Setelah itu, ia mengirimkan desain untuk pratinjau tim Selena Gomez, dan sang aktris langsung menyukai tiara tersebut sehingga tidak perlu revisi. Rinaldy menuturkan bahwa ia hanya memberi satu opsi tiara, dan pilihan itu dianggap pas untuk dikenakan.
Ia juga mempertimbangkan kekhawatiran yang kerap muncul pada aksesori berukuran kecil, yakni apakah tetap menarik perhatian dan disukai. Jawaban yang dicari muncul lewat keberanian untuk mencoba, selaras dengan pandangannya bahwa tiara tetap harus mampu menghadirkan kesan kuat meski ukurannya tidak dominan.
Kolaborasi Delena ini hadir dalam kampanye bertajuk “Still Making Each Other Blush” yang membawa nuansa nostalgia. Di balik penampilan, kampanye tersebut juga terikat pada produk yang dirilis bersama, yaitu Delana Soft Pinch Blush Bundle dari Rare Beauty. Paket ini memuat liquid blush dengan warna Hope dan Virtue.
Rinaldy menambahkan bahwa tiara mini bukan satu-satunya desain kecil yang ia buat. Ia memiliki beberapa rancangan tiara mini lainnya, tetapi tiara yang dikenakan Selena memiliki center point yang menjadi ciri paling menonjol. Setelah kampanye, desain itu akan masuk ke arsip dan dipajang dalam pertunjukan tunggalnya, berbarengan dengan koleksi tiara yang lain.

