
INFOPANTULAN.COM – Cloud skin sedang jadi perbincangan di media sosial karena tampilan kulitnya terlihat halus, lembut, dan tidak berlapis seperti makeup tebal. Trik ini menonjolkan complexion semi matte dengan kesan natural, sekaligus bisa dibuat sedikit berkilau ala dewy bila diaplikasikan dengan pendekatan yang tepat. Celebrity makeup artist Emily Gray menekankan bahwa kunci cloud skin ada pada cara membangun dasar riasan dan penggunaan bedak yang memberi efek blur, bukan sekadar menambah produk.
Dalam praktiknya, cloud skin relevan untuk banyak kebutuhan, mulai dari riasan yang rapi saat difoto hingga tetap nyaman dipakai seharian. Pendekatannya juga nyambung dengan minat pada makeup minimalis, ketika wajah ingin terlihat sehat tanpa foundation yang terasa “menutup”. Untuk menerapkannya, urutannya mencakup skin prep, pemilihan base makeup bertekstur soft matte, teknik aplikasi tipis, lalu penguncian bedak dengan metode press and roll agar hasilnya rata dan lebih tahan lama.
Cloud skin sering dibandingkan dengan glazed doughnut skin karena dua-duanya sama-sama mengincar ilusi kulit yang tampak “sempurna”. Namun, karakter hasil akhirnya berbeda. Glazed doughnut skin cenderung menonjolkan kilau dewy yang lebih nyata, sehingga pantulan cahaya terasa dominan. Sementara cloud skin lebih mengarah ke hasil lembut dengan sentuhan soft matte, membuat wajah tampak natural, tidak kaku, dan tidak terlihat berlapis.
Emily Gray menjelaskan bahwa cloud skin tetap berangkat dari ide complexion alami, tetapi kuncinya ada pada cara pengunciannya. Efek blur yang menjadi ciri biasanya dibangun lewat bedak tabur atau loose powder yang diaplikasikan tipis dan terkontrol. Dengan begitu, tekstur kulit terlihat lebih rata, sementara riasan tidak mudah tampak berat ketika terkena cahaya atau terekam kamera.
Untuk mendapatkan cloud skin yang tidak terlihat kering, tahap paling menentukan ada pada hidrasi kulit. Meskipun hasil akhirnya semi matte, kulit tetap perlu terasa lembap. Jika kulit kurang terhidrasi, makeup berpotensi terlihat pecah atau menonjolkan garis halus, terutama di area yang cenderung cepat kering.
Mulailah dengan pelembap yang mampu mengunci kelembapan tanpa meninggalkan rasa terlalu berminyak. Untuk kulit kering, penambahan facial oil atau primer yang bersifat menghidrasi bisa membantu permukaan kulit terasa lebih kenyal. Jika ingin efek “glow” dari dalam, liquid highlighter bisa dicampurkan sedikit ke pelembap sebelum foundation, sehingga kilau yang muncul tetap halus dan tidak tampak berlebihan.
Setelah skin prep siap, pilih foundation atau complexion dengan hasil soft matte atau velvet finish. Tekstur seperti ini membantu menciptakan efek blur yang menjadi identitas cloud skin. Tujuannya bukan menutup pori secara total, melainkan membuat tampilan wajah tampak rata secara visual. Karena itu, ketebalan produk perlu dijaga, jangan sampai wajah terlihat cakey.
Aplikasi juga berpengaruh besar pada hasil akhir. Gunakan beauty sponge yang lembap agar base lebih tipis, menyatu, dan minim garis. Untuk area bawah mata, concealer bisa dipilih satu tingkat lebih terang agar wajah terlihat lebih segar. Lalu, lengkapi dengan cream contour, bronzer, dan blush bertekstur krim atau matte agar dimensi wajah tetap natural, tidak terlalu tegas.
Bagian yang sering menentukan apakah cloud skin “jadi” atau tidak ada pada penggunaan loose powder atau pressed powder. Bedak berfungsi mengunci makeup sekaligus menyamarkan tekstur. Namun, yang membedakan cloud skin dari matte biasa adalah cara aplikasinya. Bedak harus masuk dengan cara yang tepat, bukan ditebalkan.
Gunakan kuas berbulu lembut, lalu lakukan teknik menekan dan menggulung secara perlahan, dikenal sebagai press and roll. Hindari menggesek bedak terlalu kuat karena bisa membuat hasil terasa kering dan berat. Dengan pendekatan ini, bedak menyebar merata, sementara kesan kulit yang tetap “hidup” tidak hilang.
Supaya wajah tetap semi matte yang lembut, bedak sebaiknya diprioritaskan pada area yang mudah berminyak, seperti dahi, hidung, dagu, serta bawah mata. Bagian luar wajah bisa dibuat sedikit lebih bercahaya agar wajah tidak tampak datar. Pilih bedak bertekstur halus yang mudah menyatu dengan kulit, sehingga hasilnya terasa lembut dan segar, bukan kaku.
Cloud skin juga identik dengan blush bernuansa matte yang diaplikasikan tidak hanya di pipi. Warna blush bisa direntangkan ke kelopak mata dan bibir agar wajah terlihat lebih harmonis. Agar natural, aplikasikan dengan teknik membaur, jangan sampai muncul garis tegas. Hasilnya, wajah tampak segar dan lembut dengan kesan warna yang menyatu seperti efek sehat dari dalam.
Tren cloud skin tetap perlu diseimbangkan dengan kebiasaan pembersihan wajah. Penumpukan sisa bedak tabur dan foundation bisa memicu komedo, terutama bila kosmetik bercampur minyak alami dan tertinggal semalaman. Karena itu, lakukan double cleansing menggunakan cleansing oil terlebih dulu, lalu lanjutkan dengan facial cleanser.
Luangkan waktu sekitar 5 menit untuk membersihkan wajah sebelum tidur. Dengan begitu, sisa riasan lebih terangkat, pori lebih terjaga, dan riasan berikutnya punya “permukaan” yang lebih siap, sehingga hasil cloud skin lebih mudah menempel dengan mulus.


Tidak ada komentar