
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Perumda BPR Bank Kota Bogor mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif hingga triwulan III 2026. Per September 2026, sejumlah indikator utama perseroan menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan, mengatakan pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan aset, penyaluran kredit, hingga penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
“Kami bersyukur atas pencapaian keuangan yang sehat di periode ini. Dengan terpenuhinya komposisi keanggotaan Dewan Pengawas, kami optimis tata kelola perusahaan akan semakin kokoh,” kata Tommy, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan laporan kinerja triwulan III 2026, total aset Bank Kota Bogor mencapai Rp277 miliar atau tumbuh 7,86 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan aset tersebut antara lain didorong oleh peningkatan penyaluran kredit serta penghimpunan dana masyarakat melalui produk tabungan dan deposito.
Dari sisi kredit, penyaluran meningkat 5,26 persen YoY menjadi Rp189 miliar. Pembiayaan tersebut terutama diarahkan melalui Kredit Multiguna serta kredit bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, penghimpunan DPK tumbuh lebih tinggi, yakni 18,01 persen YoY menjadi Rp148 miliar yang berasal dari produk tabungan dan deposito.
“Dari aspek kualitas kredit, Bank Kota Bogor mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 2,02 persen. Angka tersebut menunjukkan kualitas kredit tetap terjaga di tengah pertumbuhan penyaluran pembiayaan,” jelasnya.
Selain itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) juga mengalami perbaikan. Jika pada periode sebelumnya berada di level 143,62 persen, pada September 2026 turun menjadi 128,11 persen.
Manajemen Bank Kota Bogor menjelaskan, LDR merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan intermediasi bank, khususnya perbandingan antara penyaluran kredit dengan dana yang dihimpun melalui tabungan dan deposito.
“Kondisi likuiditas bank juga tidak hanya ditentukan oleh LDR. Sejumlah faktor lain turut memengaruhinya, seperti ketersediaan aset likuid, arus kas dari portofolio kredit, jatuh tempo kewajiban, akses terhadap sumber pendanaan alternatif, serta kecukupan buffer likuiditas,” katanya.
Di tengah capaian kinerja tersebut, Bank Kota Bogor juga memperkuat struktur tata kelola dengan memenuhi komposisi Dewan Pengawas untuk periode berjalan.
Melalui proses seleksi yang disebut dilakukan secara transparan dan akuntabel, komposisi kepengurusan Perumda BPR Bank Kota Bogor kini terdiri dari tiga anggota Direksi dan tiga anggota Dewan Pengawas.
“Penambahan jajaran Dewan Pengawas tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi pengawasan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi perbankan, serta mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG),” ujarnya.
Komposisi tersebut juga disesuaikan dengan ketentuan POJK Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR dan BPRS, yang mengatur bahwa BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50 miliar wajib memiliki sedikitnya tiga anggota Dewan Komisaris dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi.
Tommy mengatakan, penguatan struktur pengawasan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja bisnis Bank Kota Bogor.
“Sinergi ini akan mempercepat langkah kami dalam menghadirkan inovasi layanan keuangan serta memperluas jangkauan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan aset, kredit, dan DPK yang tetap positif, Bank Kota Bogor menargetkan penguatan tata kelola dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

