
INFOPANTULAN.COM, BOGOR— Sorotan terhadap fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong memasuki babak baru. Hari ini, Jumat (25/9/2026) Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Republik Indonesia (RI) turun langsung mengecek sejumlah ruangan yang sebelumnya menjadi sorotan Ombudsman RI pada Senin (21/9/2026). Investigasi pun ditargetkan rampung paling lambat pekan depan.
Kepala Bappisus RI Aries Marsudiyanto mengatakan, pihaknya bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto kembali meninjau berbagai fasilitas yang ada di Lapas Cibinong.
Mulai dari tempat ibadah hingga fasilitas pembinaan, seluruhnya diperiksa untuk memastikan tidak ada ruangan yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun aktivitas transaksional.
“Apapun bentuknya ruangan itu, bila dipakai untuk hal-hal yang menyimpang aturan, kita akan awasi dan tegakkan,” kata Aries saat memberikan keterangan di Lapas Cibinong, Jumat (25/9/2026).
Aries menegaskan, pemeriksaan tersebut menjadi momentum untuk melakukan pembenahan terhadap pengelolaan seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
Ia bahkan memberikan peringatan tegas kepada seluruh kepala lapas agar memperketat pengawasan terhadap bawahannya.
“Saya minta dibersihkan seluruh kegiatan di lapas. Awasi anak buah, kontrol anak buah, jangan sampai tempat di lapas digunakan untuk segala macam kepentingan pribadi dan transaksional,” tegasnya.
Tak berhenti di Cibinong, Bappisus juga berencana melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lapas lainnya.
Aries mengatakan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.
“Kita akan melakukan sidak ke beberapa lapas. Yang tertangkap harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Sorotan Furniture Mewah
Terkait temuan Ombudsman beberapa hari sebelumnya, Aries memastikan lokasi yang diperiksa lembaganya merupakan tempat yang sama.
Ia juga menanggapi adanya perbedaan kondisi ruangan, khususnya terkait furniture dan sejumlah properti yang sebelumnya terlihat dalam video pemeriksaan Ombudsman namun kini tidak berada di lokasi.
Menurutnya, perbedaan tersebut justru menjadi bagian penting yang akan didalami melalui investigasi.
“Nanti kita investigasi. Kalau ada sesuatu yang tidak benar, itu dilakukan oleh siapa, kita akan tindak,” katanya.
Meski demikian, Aries meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum investigasi selesai.
Ia menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah serta proses pemeriksaan yang objektif.
“Kita harus objektif. Investigasi itu ada asas praduga tak bersalah, kita junjung juga. Namun kita profesional,” ujarnya.
Aries juga menyebut pihaknya telah memberikan peringatan kepada Kepala Lapas Cibinong terkait tanggung jawab atas kondisi di dalam lapas.
Hasil Investigasi Ditunggu Pekan Depan
Aries memastikan proses investigasi tidak akan dibiarkan berlarut-larut.
Ia menargetkan hasil pemeriksaan sudah dapat diketahui paling lambat dalam waktu satu minggu.
“Lebih cepat lebih baik. Seminggu paling lama, minggu depan akan ada hasil,” tegasnya.
Menurut Aries, investigasi harus menghasilkan kesimpulan dan tindak lanjut yang jelas.
“Investigasi harus ada hasilnya. Kalau tidak ada hasilnya berarti enggak kerja, jadi enggak boleh,” katanya.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan pihaknya masih mendalami fungsi ruangan-ruangan yang ada di Lapas Cibinong.
Menurut Agus, perlu dipastikan apakah sejumlah ruangan tersebut memang digunakan untuk kegiatan Asimilasi dan Edukasi atau justru dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya.
“Nanti kita lihat. Artinya kalau ruangan begitu banyak, apa mereka sedang melakukan kegiatan Asimilasi dan Edukasi atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain, itu nanti akan kami lihat,” kata Agus.


Tidak ada komentar