google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 700 ton per hari, dengan hampir 80 persen di antaranya berasal dari rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan melalui perubahan perilaku masyarakat, penguatan program pengurangan sampah dari sumber, hingga percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudi Mashudi, mengatakan sekitar 79,8 persen sampah yang diangkut setiap hari merupakan sampah rumah tangga, sedangkan sisanya berasal dari sektor usaha dan industri.
“Yang paling besar justru sampah rumah tangga. Artinya ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk menjaga kebersihan dari hulu sampai hilir,” ujarnya kepada wartawan, 24 Juli 2026.
Menurutnya, DLH selama ini terus menjalankan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai upaya mengurangi timbulan sampah. Selain itu, pihaknya juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Rudi menjelaskan, sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi apabila dipilah sejak dari sumber. Plastik, botol, kemasan, hingga sampah organik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali maupun diolah menjadi produk yang bernilai.
“Kenapa disebut sampah? Karena bercampur. Kalau dipilah, itu menjadi sumber daya yang memiliki harga. Yang organik pun bisa diolah dan memiliki manfaat,” katanya.


Tidak ada komentar