google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Pemkot Bogor Percepat PSEL dan Kampanye Daur Ulang, Ini Alasannya

Wahfidz Addiyansyah
24 Jul 2026 04:45
3 menit membaca

Ia menilai sebagian besar masyarakat bukan tidak peduli terhadap pengelolaan sampah, melainkan masih kurang mendapatkan informasi dan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah.

“Warga itu bukan tidak mau, tetapi tidak tahu. Karena itu kami terus mengampanyekan bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, residu yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir semakin sedikit karena sudah diselesaikan dari sumbernya,” jelasnya.

Rudi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sungai di Kota Bogor. Berdasarkan hasil pembersihan sungai dalam beberapa pekan terakhir, masih ditemukan banyak sampah plastik sekali pakai, styrofoam hingga popok sekali pakai yang dibuang ke aliran sungai.

“Kondisi ini harus terus kita kampanyekan. Sungai bukan tempat pembuangan sampah terbesar. Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Wali Kota Bogor juga telah menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan penanaman pohon sejak dini kepada para pelajar saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Di sisi hilir, Pemerintah Kota Bogor terus mempercepat persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Rudi menyebut pemerintah pusat menargetkan groundbreaking kawasan Galuga pada 4 Agustus 2026, dengan berbagai proses administrasi dan pematangan lahan yang saat ini tengah diselesaikan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x