Dedie Rachim Sebut Festival Merah Putih Jadi Tradisi yang Perkuat Nasionalisme

Riky Iskandar
9 Agu 2026 05:06
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut Festival Merah Putih (FMP) 2026 sebagai tradisi yang lahir dan terus dirawat oleh masyarakat Kota Bogor.

Menurut Dedie, pelaksanaan FMP yang kini memasuki tahun ke-11 menjadi momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan patriotisme masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Ini tradisi yang sudah dibangun dari Bogor, sudah berlangsung yang ke-11 kali. Dan ini meneguhkan komitmen kita semua, warga Kota Bogor, untuk selalu membangkitkan rasa nasionalisme, rasa patriotisme dan tentu saja terus membangun kecintaan terhadap tanah air dan bangsa,” kata Dedie usai kirab bemdera Merah Putih, Minggu (9/8/2026).

Ia menuturkan, rangkaian FMP 2026 berlangsung cukup padat dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi tersebut yakni pengibaran Sang Saka Merah Putih pada pagi hari dan penurunannya pada sore hari.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang menjadikan FMP sebagai wadah yang mampu mempererat persatuan warga Kota Bogor.

“Setiap hari ada penaikan dan di sore harinya ada penurunan Sang Saka Merah Putih, diikuti oleh hampir seluruh elemen masyarakat Kota Bogor. Dari segala macam kelompok, yang muda, yang dewasa. Insyaallah menjadi satu perekat bagi warga Kota Bogor untuk terus sayang, cinta kepada tanah air dan bangsa,” ujarnya.

Dedie juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan FMP sebagai warisan dari para sesepuh dan tokoh masyarakat Bogor yang memiliki visi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi peserta dalam setiap rangkaian FMP, tetapi juga memahami nilai-nilai nasionalisme yang menjadi dasar lahirnya tradisi tersebut.

“Karena ini warisan dari para kesepuhan Bogor, inohong Bogor yang memiliki visi jauh ke depan dengan membuat Festival Merah Putih ini. Artinya kita juga harus menyiapkan generasi penerus. Kita harus wariskan nilai-nilai kebangsaan ini, nilai baik ini kepada para generasi muda Kota Bogor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedie mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian FMP 2026. Ia melihat berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berbaur dalam suasana penuh kegembiraan.

“Mulai dari anak-anak kecil, pelajar SD, SMP, SMA, perguruan tinggi semuanya berbaur bersama masyarakat dari berbagai kalangan, berbagai komponen masyarakat. Tua, muda, semuanya terlihat wajahnya gembira,” katanya.

Tak hanya memperkuat semangat kebangsaan, Dedie menilai kemeriahan FMP juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kota Bogor.

“Insyaallah ini juga bisa menggerakkan ekonomi,” pungkasnya

x
x