
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong masyarakat memperkuat kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat hulu hingga hilir.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi pengolahan di tempat pemrosesan akhir. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumber juga menjadi bagian penting dalam penanganan persampahan.
Menurutnya, Pemkot Bogor terus mengoptimalkan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.
“Kita harus terus persiapkan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dengan pemilahan. Saya, Pak Wakil Wali Kota, Pak Sekda, dan Pak Kadis berkeinginan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat,” kata Dedie Jumat (18/9/2026).
Ia menilai pemilahan sampah sejak dari rumah juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai jual sebaiknya tidak langsung dibuang, tetapi dipisahkan dan dimanfaatkan kembali.
Dedie berharap masyarakat mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah hingga lingkungan tempat tinggal. Dengan cara tersebut, sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan di hilir dapat benar-benar merupakan sampah yang sudah tidak memiliki nilai guna.
“Karena sayang kalau semuanya dijadikan energi listrik dengan suhu 850 derajat. Ada jenis-jenis sampah yang memiliki nilai dan bisa dimanfaatkan. Coba dipilah dari rumah, dipilah dari lingkungan, kemudian nanti bisa menghasilkan uang,” ujarnya.
Di sisi hilir, Kota Bogor tengah menunggu pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan pengolahan sampah menjadi BBMT yang pembangunannya telah diresmikan pada Kamis (17/9/2026).
Kehadiran fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi bagian dari solusi penanganan sampah Kota Bogor. Namun, menurut Dedie, keberadaan teknologi pengolahan tidak menghilangkan kebutuhan terhadap pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber.
Sementara itu, pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPAS) Galuga juga telah meninggalkan sistem open dumping. Kota Bogor kini menggunakan sistem controlled landfill dalam pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Perubahan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor memperbaiki tata kelola persampahan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat yang melarang praktik open dumping di tempat pemrosesan akhir.
Kebijakan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir tersebut juga diarahkan untuk mendukung gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

