Investasi Rp10 Miliar, APCO Group dan Entech Global Buka Bisnis Pest Control di Bogor

Riky Iskandar
21 Sep 2026 14:08
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – APCO Group bersama perusahaan asal Singapura, Entech Global Solution, resmi membentuk perusahaan patungan bernama PT Entech Apco Environmental dengan modal awal mencapai Rp10 miliar.

Pembentukan perusahaan joint venture tersebut berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (21/9/2026).

Perusahaan baru itu akan bergerak di bidang pengendalian hama atau pest control dengan sasaran layanan hingga ke berbagai wilayah Indonesia.

Founder APCO Group, Awaluddin Sarmidi mengatakan, pemilihan Kota Bogor sebagai basis operasional menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan.

“Untuk perusahaan joint venture multinasional ini memilih Kota Bogor sebagai pusat basis operasionalnya, dengan target jangkauan se-Indonesia,” kata Awaluddin.

Menurutnya, pembentukan perusahaan patungan tersebut merupakan respons terhadap perkembangan industri jasa khusus di Indonesia yang dinilai terus mengalami pertumbuhan.

PT Entech Apco Environmental merupakan kolaborasi antara APCO Group yang menaungi sejumlah perusahaan seperti Pestigo, Perisai Bangsa, dan AJM dengan Entech Global Solution dari Singapura.

CEO Entech Global Solution, Walden Chu mengatakan, pihaknya melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki peluang besar untuk pengembangan bisnis.

Pengalaman Entech di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina, menjadi salah satu modal untuk memasuki pasar Indonesia.

“Indonesia adalah negara dengan potensi pasar yang sangat besar. Kami memiliki frekuensi yang sama dengan APCO, yaitu memuliakan Tuhan dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ujar Walden.

Selain membangun bisnis jasa pengendalian hama, kerja sama tersebut turut melibatkan sektor perbankan daerah. Seluruh dana investasi awal PT Entech Apco Environmental disebut ditempatkan di Bank Kota Bogor.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah sekaligus memperluas ekosistem pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha di Kota Bogor.

Direktur Utama Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan mengatakan, masuknya modal asing tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komisaris Utama Bank Kota Bogor, Dinna Fajrina menambahkan, kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Singapura tersebut menjadi momentum bagi perbankan daerah untuk memperluas perannya sebagai mitra dunia usaha.

“Momentum kerja sama bilateral antarnegara seperti ini menjadi peluang bagi Bank Kota Bogor untuk mengambil peran yang lebih penting sebagai mitra dalam pengembangan usaha para pebisnis. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra yang mampu membuka ruang kolaborasi dan mendukung pertumbuhan usaha,” jelas Dinna.

Ia mengatakan, Bank Kota Bogor berkomitmen membangun ekosistem bisnis yang inklusif dengan melibatkan berbagai kelompok, mulai dari UMKM, perusahaan nasional, perusahaan asing hingga institusi.

“Kami ingin membawa Bank Kota Bogor menjadi mitra bisnis bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh stakeholders. Kami percaya kolaborasi yang semakin luas akan menciptakan peluang usaha yang semakin besar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta perekonomian Kota Bogor,” jelasnya.

Sinergi antara industri jasa lingkungan dengan perbankan daerah tersebut diharapkan tidak hanya memperluas cakupan layanan pest control, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi turunan bagi Kota Bogor.

Kerja sama itu diproyeksikan membuka ruang kolaborasi antara perusahaan, perbankan, dan pelaku UMKM sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

x
x