Rencana Underpass Kebon Pedes Diubah Jadi Flyover, Bakal Dibangun 2027

Riky Iskandar
28 Sep 2026 06:47
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Rencana penanganan perlintasan sebidang di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengalami perubahan. Konsep yang sebelumnya disiapkan dalam bentuk underpass kini diarahkan menjadi flyover.

Perubahan tersebut disampaikan Camat Tanah Sareal, Rokib, setelah dirinya melakukan pembahasan dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

Rokib mengatakan pembangunan flyover tersebut diinformasikan masuk dalam rencana pelaksanaan pada 2027. Kendati demikian, waktu pasti dimulainya pekerjaan hingga kini belum ditentukan.

“Informasinya akan dimulai 2027, tetapi bulannya belum tahu. Kalau timeline-nya saya juga belum tahu mau dimulai kapan,” kata Rokib, Senin (28/9/2026).

Menurut Rokib, kondisi kontur tanah menjadi salah satu pertimbangan dalam perubahan konsep pembangunan. Kawasan Kebon Pedes yang memiliki kontur tidak rata dinilai membuat pembangunan underpass membutuhkan pekerjaan konstruksi yang lebih kompleks.

“Menurut PUPR, pembangunan flyover itu akan lebih murah ketimbang underpass. Karena kontur tanah di Kebon Pedes itu tidak rata. Kalau underpass, penggaliannya ke bawah juga cukup lumayan,” ujarnya.

Selain persoalan teknis, kebutuhan lahan juga menjadi perhatian. Rokib menyebut pembangunan underpass diperkirakan membutuhkan area yang lebih luas, sementara lahan di sekitar perlintasan tersebut sebagian merupakan milik warga.

“Kalau underpass, itu akan memakan lahan lebih luas. Kita tahu di sekitar situ adalah milik masyarakat, milik warga atau perorangan,” jelasnya.

Kondisi tersebut turut berkaitan dengan proses pengadaan tanah. Menurut Rokib, semakin luas lahan yang dibutuhkan, semakin besar pula kebutuhan pembebasan lahan yang harus dilakukan pemerintah.

“Kalau terlalu luas cukup berat dalam pembebasannya. Apalagi di area itu nilainya sudah cukup tinggi,” katanya.

Dalam skema yang diinformasikan kepadanya, Pemkot Bogor akan menangani pengadaan atau pembelian lahan. Sementara pembangunan fisik flyover direncanakan menjadi bagian yang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Informasinya pembelian tanah itu akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor, tapi pembangunannya akan dilaksanakan oleh PT KAI,” ungkap Rokib.

Ia menilai pilihan flyover juga dapat memberikan keuntungan dari sisi tahapan pekerjaan. Berbeda dengan underpass yang membutuhkan penggalian dan pematangan tanah secara cukup kompleks, pembangunan flyover tidak memerlukan proses penggalian sedalam konsep sebelumnya.

Rokib pun memperkirakan desain flyover Kebon Pedes nantinya tidak membutuhkan pelebaran lahan dalam skala besar. Ia menyebut konsepnya kemungkinan memiliki kemiripan dengan flyover di Jalan RE Martadinata, Kota Bogor.

“Kalau saya lihat konsepnya kemarin seperti di RE Martadinata. Di sana pelebaran tanahnya tidak terlalu banyak,” tuturnya.

Dengan konsep tersebut, lahan yang terdampak pembangunan diperkirakan hanya berada pada bagian tertentu, terutama untuk membentuk akses menuju badan flyover dan kebutuhan kemiringan jalan.

“Kalau memang nanti fix flyover, pembebasan tanah sudah diperkirakan paling terkena sisi-sisi kirinya. Itu pun tidak habis, paling bagian depan untuk tekukan kelandaiannya,” katanya.

Meski begitu, Rokib menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi gambaran teknis final. Detail desain, kebutuhan lahan, jadwal pengerjaan hingga tahapan pembangunan nantinya masih menjadi kewenangan PUPR.

“Untuk lebih fix-nya, karena program ini nanti sepenuhnya dilaksanakan oleh PUPR dan beliau juga yang membuat perencanaannya, barangkali PUPR yang lebih tahu secara perencanaan,” ujarnya.

Rokib menambahkan, informasi mengenai perubahan konsep tersebut diperolehnya dalam pembicaraan dengan jajaran PUPR. Dalam pembahasan itu, rencana penanganan perlintasan sebidang Kebon Pedes tidak lagi menggunakan konsep underpass.

“Informasinya seperti itu. Tidak jadi underpass, tapi jadinya flyover,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x