IMSO ke-23 di Indonesia Jadi Ajang Siswa SD 23 Negara Adu Kemampuan Matematika dan Sains

Riky Iskandar
29 Sep 2026 09:28
5 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Ratusan siswa sekolah dasar dari berbagai negara akan berkumpul di Kota Depok, Jawa Barat, dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 pada 2-7 Oktober 2026.

Sebanyak 404 peserta dari 23 negara dijadwalkan mengikuti kompetisi Matematika dan Sains yang tahun ini Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah.

Negara peserta IMSO-23 meliputi Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Maroko, Nepal, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.

Chairman IMSO sekaligus Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah) serta Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan IMSO di Indonesia.

Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan siswa-siswa yang memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang Matematika dan Sains.

IMSO-23 diselenggarakan KPM bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sebagai Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari pengembangan talenta Matematika dan Sains sejak pendidikan dasar, sekaligus membuka kesempatan bagi peserta didik Indonesia untuk memperoleh pengalaman dalam kompetisi tingkat internasional.

“Kompetisi ini sekaligus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengasah kemampuan melalui ajang internasional serta memperkuat budaya prestasi di bidang pendidikan,” kata Ridwan.

IMSO yang telah berlangsung sejak 2003 tersebut menguji kemampuan peserta melalui beberapa aspek. Selain penguasaan teori, siswa juga menghadapi materi yang membutuhkan eksplorasi dan eksperimen.

Ridwan mengatakan metode tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut mengetahui konsep, tetapi juga mampu menggunakan penalaran dalam menyelesaikan persoalan.

“Kemampuan penalaran, pemecahan masalah, hingga penerapan konsep Matematika dan Sains menjadi bagian yang diuji dalam rangkaian kompetisi,” ujarnya.

Dari Indonesia, sebanyak 63 siswa akan memperkuat Timnas IMSO Indonesia. Kontingen tersebut terdiri dari 32 siswa untuk bidang Matematika dan 31 siswa bidang Sains.

Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan dan daerah lainnya. Seluruh peserta telah melewati tiga tahapan seleksi nasional sebelum terpilih untuk mewakili Indonesia.

“Para peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan hingga daerah lainnya. Mereka telah melalui proses seleksi nasional secara bertahap dan ketat dalam tiga tahap sebelum ditetapkan menjadi wakil Indonesia di IMSO-23,” jelas Ridwan.

Pelaksanaan IMSO-23 akan dipusatkan di BBPPMPV Sektor Bisnis dan Pariwisata atau Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, Depok.

Sejumlah agenda utama seperti Opening Ceremony, Cultural Night, dan Closing Ceremony akan digelar di PPSDM Kemendikdasmen, Depok.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan kompetisi. Peserta juga akan mengikuti STEM Presentation, kegiatan kebersamaan, pertukaran budaya hingga city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Agenda tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai negara mengenal Indonesia, termasuk keragaman budaya yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sekaligus Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, Ph.D., menilai penyelenggaraan IMSO menjadi momentum bagi siswa Indonesia untuk berinteraksi dan berkompetisi di tingkat internasional.

“Ini event internasional sangat prestisius dan menjadi ajang bagi anak-anak kita untuk menunjukkan prestasi. Sehingga kita perlu persiapan yang matang, persiapan yang serius,” kata Didik.

Ia mengatakan persiapan diperlukan agar Indonesia dapat menjalankan perannya sebagai tuan rumah sekaligus mempersiapkan para peserta yang akan bertanding.

“Kami berharap di ajang ini nanti, kita tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, tapi juga harapan kami sukses meraih prestasi,” ujarnya.

Didik menambahkan, pengalaman dalam berbagai kompetisi menunjukkan pentingnya persiapan dalam mendukung capaian peserta.

“Pengalaman menunjukkan kalau kita persiapkan dengan lebih baik, maka hasilnya juga bisa kita andalkan, hasilnya juga lebih bagus,” katanya.

Di luar kompetisi, Didik berharap IMSO dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada para peserta internasional.

Menurutnya, pertukaran budaya menjadi bagian penting karena peserta dari berbagai negara akan berkumpul dalam satu kegiatan.

“Ini bukan hanya tentang lombanya sendiri, tapi juga tentang kearifan dan budaya Indonesia. Sehingga kalau nanti ada presentasi tentang macam-macam budaya, semoga kita bisa menampilkan dengan baik,” ucapnya.

Didik juga menyebut penyelenggaraan IMSO berkaitan dengan penguatan STEM dalam pendidikan, yang mencakup Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.

“Ini juga sejalan dengan kebijakan Pak Presiden dalam Asta Cita ke-4 yang sangat menekankan pentingnya STEM, Science, Technology, Engineering, Mathematics,” tuturnya.

Menurut Didik, pola pembelajaran dan pengujian dalam IMSO juga memiliki keterkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, penalaran serta eksplorasi.

“Pembelajaran Mendalam yang sekarang sudah berjalan di tahun yang kedua, semoga sangat relevan dengan bagaimana berpikir kritis, bernalar kritis, kemudian eksplorasi. Ini semua ada di dalam IMSO yang dilakukan ini,” katanya.

Rangkaian IMSO-23 akan berakhir melalui Closing & Awarding Ceremony yang menjadi agenda pengumuman hasil kompetisi dan pemberian penghargaan kepada peserta berprestasi.

Dengan melibatkan 404 siswa dari 23 negara, IMSO-23 di Indonesia sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan ajang tersebut juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan potensi pendidikan dan talenta muda nasional sekaligus memperluas hubungan dan jejaring pendidikan di tingkat internasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x