
INFOPANTULAN.COM – Peserta Mayor’s Talk yang tergabung dalam Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diajak berkeliling Kebun Raya Bogor pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini menjadi rangkaian pertemuan para wali kota, sekaligus bagian dari program bertajuk Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026.
Acara berlangsung di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, dengan kehadiran Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. Setelah sesi Wali Kota Bicara, para peserta berjalan kaki dari lokasi menuju pedestrian Sistem Satu Arah (SSA), melintasi Underpass IPB Baranangsiang, lalu mengarah ke Lawang Salapan untuk melihat suasana kota.
Usai mengikuti sesi Wali Kota Bicara, para peserta mayor’s talk berpindah dari area pertemuan menuju koridor pedestrian SSA. Perjalanan kaki ini tidak sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga memberi gambaran langsung kepada para wali kota tentang penataan ruang publik, akses antarkawasan, dan pengalaman berjalan di pusat kota.
Di sepanjang rute, peserta melewati Underpass IPB Baranangsiang, kemudian melanjutkan menuju Lawang Salapan. Langkah kaki yang dilakukan rombongan wali kota menunjukkan bagaimana perencanaan infrastruktur kota dapat memengaruhi kenyamanan mobilitas harian, termasuk bagi warga yang memanfaatkan jalur pejalan kaki.
Setelah menempuh rute pedestrian, rombongan masuk ke Kebun Raya Bogor. Di lokasi tersebut, peserta melanjutkan agenda dengan singgah di Resto Rasa, sebelum rangkaian kegiatan berlanjut ke lokasi lain yang menjadi bagian dari kunjungan tematik.
Format kunjungan seperti ini biasanya dipilih untuk menghubungkan gagasan ketahanan kota dengan contoh lingkungan yang nyata. Kebun Raya Bogor menjadi ruang pembelajaran yang menampilkan pengelolaan ekosistem, konservasi, serta bagaimana ruang hijau dapat berperan dalam kualitas lingkungan perkotaan.
Agenda berikutnya membawa peserta melaksanakan kunjungan ke Istana Kepresidenan Bogor. Kehadiran peserta di situs pemerintahan dan kawasan bersejarah menambah dimensi diskusi Mayor’s Talk, karena urusan kebijakan daerah tidak berhenti pada isu teknis, tetapi juga menyangkut arah pembangunan yang selaras dengan nilai dan komitmen jangka panjang.
Kunjungan ini juga didampingi oleh Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Erwin Wicaksono. Pendampingan dari pihak terkait membantu peserta memperoleh konteks pengelolaan kawasan dan tata kelola ruang yang selama ini diterapkan di lingkungan istana.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa terdapat amanat konstitusi yang harus diterjemahkan dalam kebijakan pemerintahan daerah. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah mesti mampu menjaga serta melestarikan lingkungan, bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Dedie mengatakan momen Mayor’s Talk menjadi kesempatan strategis untuk mengingatkan kembali tanggung jawab kepala daerah dalam menurunkan amanat konstitusi menjadi kebijakan yang pro pada kelestarian lingkungan. Pernyataan ini mengaitkan konsep ketahanan kota dengan kewajiban pemerintahan daerah untuk menjaga kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan yang ramah lingkungan.
Dalam rangkaian kegiatan, Dedie A. Rachim mengendarai sendiri mobil buggy yang ditumpangi Wali Kota Salatiga. Penggunaan kendaraan khusus dalam area tertentu menandai penyesuaian dengan kondisi lokasi, sekaligus mempertegas bahwa agenda Mayor’s Talk dikemas dengan perpaduan mobilitas dan pengalaman langsung.
Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 memberi ruang bagi Kota Bogor untuk berbagi upaya yang telah dilakukan dalam memperbaiki dan melestarikan lingkungan hidup. Dengan rangkaian pergerakan dari IICC ke koridor pedestrian, lalu beralih ke ruang hijau Kebun Raya dan kunjungan lanjutan di Istana Kepresidenan, peserta mendapatkan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara perencanaan kota, ruang publik, dan ketahanan lingkungan.


Tidak ada komentar