
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Berwisata sambil menikmati hidangan di tengah aliran sungai menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan Kaliwatu Sentul City, Kecamatan Mengusung konsep wisata berbasis alam, tempat ini menghadirkan pengalaman bersantap dengan suasana sejuk, suara gemericik air, serta pemandangan persawahan di sekitarnya.
Berbeda dari tempat kuliner pada umumnya, Kaliwatu memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati makanan di area sungai yang dipenuhi bebatuan. Suasana alami tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Manajer Operasional Kaliwatu Sentul City, Ridwan Sukmana, menjelaskan bahwa nama Kaliwatu memiliki makna yang berkaitan erat dengan karakteristik lokasi tersebut.
Menurutnya, nama Kaliwatu berasal dari bahasa Jawa. Kata kali berarti sungai, sedangkan watu berarti batu. Penamaan itu menggambarkan kondisi sungai yang memiliki banyak bebatuan sekaligus menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Kaliwatu Sentul City, Sensasi Wisata Kuliner di Tengah Aliran Sungai
“Kaliwatu itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya itu kali, watu itu batu. Jadi Kaliwatu itu lebih banyak batu-batunya di sungai. Dan uniknya sendiri di sini adalah makan di tengah sungai ya,” ujar Ridwan, Kamis (8/10/2026).
Ia menambahkan, konsep yang dihadirkan Kaliwatu memang mengedepankan suasana alam. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati aneka hidangan, tetapi juga merasakan pengalaman berada lebih dekat dengan lingkungan alami.
“Konsep dari Kaliwatu ini lebih banyak ke alam memang,” tuturnya.
Aliran air yang berada di kawasan tersebut berasal dari aliran Curug Leuwi Asih. Keberadaan sungai, area terbuka, dan persawahan di sekitarnya semakin memperkuat suasana asri yang menjadi daya tarik lokasi ini.
Menurut Ridwan, pengunjung yang datang pada akhir pekan umumnya berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek, seperti Jakarta, Depok, dan Bekasi. Sebagian besar merupakan keluarga yang mencari tempat bersantai dengan suasana berbeda.
“Kalau di weekend hampir rata-rata tamu-tamu dari Jakarta, Depok, Bekasi, mereka banyak yang suka tema-tema alam, jadi hampir rata-rata keluarga yang ke sini,” ungkapnya.
Tak hanya menawarkan wisata kuliner, Kaliwatu Sentul City juga menyediakan fasilitas menginap bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam lebih lama. Tersedia dua pilihan glamping, yakni tipe deluxe dengan konsep tenda dan tipe royal yang menawarkan fasilitas menyerupai vila.
Untuk menambah kenyamanan pengunjung, pengelola turut menyediakan gondola yang dapat membantu lansia dan ibu hamil ketika hendak menuju area sungai maupun kembali ke area atas.
Dari sisi kuliner, sejumlah menu menjadi pilihan bagi pengunjung. Beberapa di antaranya nasi liwet Pasundan, ayam panggang Sentul, nasi campur Bali, hingga nasi combang Lombok.
Sementara itu, sistem kunjungan ke Kaliwatu tidak menggunakan tiket masuk konvensional. Pengunjung menggunakan voucher yang dapat ditukarkan dengan makanan dan minuman sesuai pilihan yang tersedia.
Nilai voucher tersebut bervariasi, mulai dari sekitar Rp20 ribu hingga Rp150 ribu.
“Iya sistemnya itu bukan harga tiket masuk, tapi menggunakan voucher. Nanti ditukarkan dengan makanan dan minuman dengan harga yang beragam,” jelas Ridwan.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Kaliwatu Sentul City beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, jam operasional berlangsung lebih lama, yakni pukul 08.00 sampai 21.00 WIB.
Dengan memadukan wisata kuliner, suasana sungai, hamparan persawahan, serta fasilitas menginap, Kaliwatu Sentul City menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati waktu bersama keluarga dalam suasana alam di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

