Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG, Jaro Ade Turun Langsung ke Puskesmas

Nelly Sipayung
27 Okt 2026 11:37
News 0 8
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Sebanyak 417 siswa dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami gejala sakit yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat dengan menyiapkan posko kesehatan hingga mengoordinasikan penanganan siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau biasa disapa Jaro Ade, turun langsung ke Puskesmas Cangkurawok, Dramaga, Selasa (27/10/2026), untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis.

Jaro Ade mengatakan, dirinya menerima laporan dari Camat Dramaga pada Selasa pagi mengenai sejumlah siswa dari SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Dramaga yang mengalami gejala sakit.

“Saya mendapatkan laporan langsung dari Pak Camat tadi pagi. Tentu turut prihatin, ada kejadian anak-anak sekolah SMP 1, SMP 2, sama SMP 3 di Kecamatan Dramaga yang terindikasi sakit,” ujar Jaro Ade pada awak media, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah bersama unsur kecamatan, kepolisian, dan tenaga kesehatan langsung berkoordinasi untuk menangani para siswa. Bahkan, penambahan tempat tidur sempat diminta karena jumlah siswa yang datang untuk mendapatkan perawatan cukup banyak.

Jaro Ade menyebutkan, berdasarkan data sementara yang dihimpun, jumlah siswa yang mengalami gejala sakit mencapai 417 orang dari tiga sekolah tersebut.

Rinciannya, sebanyak 179 siswa berasal dari SMPN 1 Dramaga dan 302 siswa dari SMPN 2 Dramaga. Namun, angka tersebut masih dalam proses pendataan, sementara jumlah keseluruhan yang disampaikan Jaro Ade tercatat sebanyak 417 siswa dari SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Dramaga.

“Datanya, jadi jumlah totalnya 417 dari SMP 1, SMP 2, dan SMP 3. Ada beberapa yang sudah kembali ke rumah, ada yang di rumah sakit. Mudah-mudahan semuanya bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Jaro Ade menjelaskan, sebagian siswa masih menjalani perawatan di puskesmas, sementara lainnya telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Medika. Beberapa siswa juga sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan membaik berdasarkan pemeriksaan medis.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya siswa lain yang mengalami gejala serupa, posko kesehatan juga dibuka di sekolah-sekolah terdampak.

Pemkab Bogor turut meminta aparat kepolisian, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa yang sakit tetapi tidak masuk sekolah tetap terpantau dan mendapatkan pertolongan medis jika diperlukan.

“Kita minta tetap di posko sekolah, jangan sampai nanti di rumahnya sakit tapi tidak ada yang menangani. Takutnya ibu bapaknya sibuk bekerja, anaknya sakit. Ini yang diantisipasi,” jelasnya.

Terkait dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program MBG, Jaro Ade menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah gejala yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan yang disajikan, bumbu, atau faktor lainnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

“Untuk indikasi keracunan MBG, tentu ini dari SPPG. Kita sedang melakukan uji lab juga. Nanti menunggu hasilnya, apakah indikasinya dari makanannya, dari bumbu atau dari apa,” ungkapnya.

Jaro Ade menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang baik bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan tata kelola dan pengawasan penyediaan makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia pun meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mematuhi rekomendasi dan ketentuan yang telah disepakati dalam penyajian makanan untuk para siswa.

“Yang jelas bahwa program ini program bagus, MBG, makan bergizi gratis untuk masyarakat, untuk anak-anak sekolah. Yang memang sering kami sampaikan berkali-kali, secara bertahap tata kelolanya harus terus diperbaiki,” tegasnya.

Di tengah penanganan para siswa, Jaro Ade memastikan Pemkab Bogor terus berkoordinasi dengan puskesmas, rumah sakit, kecamatan, dan kepolisian untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.

Ia juga mengapresiasi langkah petugas di lapangan yang telah membantu penanganan siswa sejak laporan awal diterima.

Menutup keterangannya, Jaro Ade menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua atas kejadian yang menimpa anak-anak mereka. Ia memastikan evaluasi akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.

“Atas kejadian yang terjadi pada anak-anak, kami meminta maaf kepada orang tua. Insya Allah kami akan terus evaluasi untuk melayani masyarakat yang terbaik,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti gejala sakit yang dialami ratusan siswa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

x
x