
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau Jalan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mulai dibuka untuk dilintasi masyarakat pada Selasa (27/10/2026). Namun, selama masa uji coba, akses jalan tersebut masih dibatasi mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Pembukaan terbatas ini dilakukan sembari pemerintah menyelesaikan sejumlah pekerjaan penyempurnaan pada beberapa segmen jalan.
Selain itu, aspek keselamatan dan kelayakan operasional juga masih menjadi perhatian sebelum jalur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan uji coba pembukaan akses dilakukan setelah Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta jalur tersebut mulai digunakan secara bertahap.
Menurutnya, Pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan UPT Balai Jalan Wilayah I Provinsi Jawa Barat selaku pihak yang berwenang menangani proyek tersebut.
“Jadi kami sudah berkoordinasi dengan UPT Balai Jalan Wilayah I Jawa Barat. Pekerjaan proyek ini ditargetkan selesai pada 30 Oktober. Namun, masih ada beberapa segmen yang perlu disempurnakan sehingga dilakukan uji coba sambil menyelesaikan bagian-bagian yang perlu dirapikan,” ujar Esti, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, selama proses penyempurnaan berlangsung, akses jalan dapat ditutup sementara apabila terdapat pekerjaan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Salah satunya terjadi pada bagian tikungan yang masih membutuhkan pengerasan untuk mendukung pelebaran jalan. Penutupan sementara dilakukan agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman sebelum kendaraan kembali melintas.
“Kenapa dibuka-tutup seperti ini, karena memang ada beberapa segmen yang perlu penyempurnaan. Kalau ada pekerjaan pengerasan atau pemadatan, akses bisa ditutup sementara supaya tidak membahayakan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut,” jelasnya.
Esti mengatakan, Pemkot Bogor bersama pihak terkait juga terus memproses persyaratan kelayakan operasional. Hal ini diperlukan karena jalur tersebut nantinya tidak hanya dilintasi kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat.
Karena itu, pembukaan jalan secara penuh tetap mempertimbangkan terbitnya dokumen kelayakan operasional serta kesiapan infrastruktur untuk menjamin keamanan pengguna jalan.
Ia berharap seluruh tahapan penyempurnaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga akses baru tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat secara lebih optimal pada 1 November 2026.
“Kalau surat kelayakan operasionalnya belum terbit, berarti kami juga tetap harus membatasi dulu. Sebab, yang melintas bukan hanya kendaraan roda dua, tetapi juga roda empat. Keamanannya harus betul-betul dijaga,” ungkapnya.
Esti menegaskan, pekerjaan konstruksi ditargetkan berakhir pada 30 Oktober. Dengan demikian, mulai 31 Oktober diharapkan tidak ada lagi pekerjaan konstruksi yang mengganggu penggunaan jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan pihaknya menyiapkan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas selama masa uji coba.
Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari, guna membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar akses baru tersebut.
“Kita coba tempatkan dua orang-dua orang setiap pagi untuk membantu mengurai kemacetan di jam sibuk selama masa uji coba,” kata Sujatmiko.
Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas selama uji coba akan terus dievaluasi. Apabila ditemukan kendala di lapangan, Dishub Kota Bogor akan melakukan penyesuaian agar penggunaan trase baru Jalan Batutulis dapat berlangsung aman dan tidak menimbulkan persoalan lalu lintas.
“Intuk membantu mengurai kemacetan di masa uji coba atau di Jam sibuk. Dan itu kalau memang ada masalah-masalah ke depan akan dievaluasi lagi,” pungkasnya.

