Kapolres Bogor Tegaskan Pelaku Penganiayaan Remaja Bukan Suporter, Satu Orang Diamankan

Nelly Sipayung
27 Okt 2026 11:34
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menegaskan, satu orang yang diamankan dalam kasus kekerasan terhadap seorang remaja hingga meninggal dunia di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor, bukan merupakan suporter seperti isu yang ramai beredar di media sosial.

Polisi menyebut, terduga pelaku merupakan seorang remaja berusia sekitar 25–26 tahun. Saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Pelakunya yang pasti bukan suporter. Yang pasti adalah remaja, kurang lebih usia 25–26 tahun. Pada saat melintas setelah habis menonton, dia langsung melihat korban dan melakukan tindakan kekerasan,” kata Arfan pada awak media, Selasa (27/10/2026).

Menurut Arfan, pihaknya telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku utama dalam perkara tersebut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti untuk mendukung proses penyidikan.

Meski demikian, polisi belum menyampaikan secara terperinci motif pelaku melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Motifnya masih kita dalami,” ujarnya.

Arfan menegaskan, penyidikan akan terus berlanjut guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial, yang mengaitkan aksi kekerasan tersebut dengan persaingan antarsuporter klub sepak bola, termasuk isu keterlibatan suporter klub lawan Persib.

Pengamanan Jalur Jadi Sorotan

Selain mengusut perkara, Polres Bogor turut menyoroti pengamanan jalur yang dilalui masyarakat setelah pertandingan sepak bola.

Arfan mengatakan, pengamanan telah dilakukan dengan menyebar personel di sejumlah titik, mulai dari perbatasan Kota Bogor hingga perbatasan dengan Jakarta.

Pengamanan tersebut melibatkan personel kepolisian bersama unsur TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan di sekitar stadion, tetapi juga diperluas ke jalur-jalur yang berpotensi dilalui penonton setelah pertandingan.

“Seluruh anggota kita sudah melakukan penyebaran, mulai dari perbatasan Bogor Kota sampai perbatasan dengan Jakarta, dengan melibatkan personel polisi, TNI, Satpol PP, dan Dishub. Jadi, penebalan pengamanan dilakukan di jalur, bukan hanya fokus di stadion,” jelasnya.

Konvoi Suporter Bakal Dievaluasi

Terkait potensi kejadian serupa pada pertandingan berikutnya, Polres Bogor akan berkoordinasi dengan pihak badan liga dan pemerintah untuk membahas langkah pengamanan yang diperlukan.

Kebijakan mengenai konvoi suporter juga menjadi salah satu hal yang akan dibahas. Pasalnya, pertandingan sepak bola, baik Liga 1 maupun Liga 2, berpotensi melibatkan pergerakan massa di sejumlah ruas jalan.

Arfan menyebut, pihaknya akan menggelar pembahasan lebih lanjut untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Makanya nanti kami akan diskusi atau rapat, karena beberapa pertandingan bukan hanya Liga 1, Liga 2 juga banyak,” pungkasnya.

Polisi kini masih berfokus mengungkap motif kekerasan tersebut sekaligus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Masyarakat pun diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan perkara berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

x
x