Benjolan di kepala setelah dipukul raket saat padel di Tangerang, pelapor sebut laporan belum diproses

Abdul Halim
28 Okt 2026 07:32
Hukum & Kriminal 0 0 View
3 menit membaca

Infopantulan.com – Tangerang, Banten. Seorang pria mengaku mengalami benjolan di kepala setelah diduga dipukul menggunakan raket oleh pemain lain saat bermain padel di kawasan Summarecon Bitung, Tangerang. Peristiwa ini berawal ketika salah satu pemain tidak terima terkena smash dalam pertandingan, lalu muncul dugaan pemukulan yang membuat korban mengalami cedera.

Kasus tersebut disampaikan keluarga korban melalui unggahan di media sosial, dengan keterangan bahwa suami korban telah menjalani visum dan melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Namun, lebih dari satu bulan, proses penanganan laporan disebut belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan, meski ada upaya komunikasi antara pihak pelapor, penyidik, dan terlapor.

Dugaan pemukulan saat padel di Summarecon Bitung Tangerang

Menurut penuturan istri korban, insiden bermula saat pertandingan padel berlangsung dan salah satu pemain bereaksi setelah terkena smash. Dari situ, korban kemudian diduga menerima pukulan di kepala menggunakan raket, yang berujung pada benjolan. Dalam unggahan yang disampaikan istri korban, ia menyebut suaminya sempat meminta maaf, tetapi tetap mengalami cedera yang diduga akibat pemukulan tersebut.

“Engga terima di smash malah mukul kepala suami aku pake raket, padahal udah say sorry dan bikin benjol dong,” tulis akun yang menyampaikan kronologi, merujuk pada respons pelaku yang disebut sudah meminta maaf namun korban tetap mengalami benjolan.

Visum dan laporan kepolisian, keluarga korban menunggu perkembangan

Setelah kejadian, suami korban dikatakan menjalani pemeriksaan visum. Langkah itu diikuti dengan pelaporan kepada pihak kepolisian. Dalam narasi keluarga korban, proses awal sudah dilakukan, tetapi mereka menyoroti lambatnya tindak lanjut setelah laporan masuk.

Alamat terlapor disebut tidak valid, surat undangan BAP dikembalikan

Dalam pembaruan yang disampaikan, keluarga korban menuturkan bahwa alamat pihak terlapor yang tercantum pada KTP disebut tidak valid. Informasi alamat yang kemudian diberikan melalui pesan WhatsApp juga disebut tidak sesuai, sehingga surat undangan pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) dikabarkan dikembalikan ke kantor polisi.

Masalah alamat ini membuat proses pemeriksaan berpotensi tersendat karena pihak terlapor tidak bisa dihubungi secara efektif. Dari sudut pandang keluarga korban, ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka menilai laporan belum bergerak sesuai harapan.

Penyidik disebut menghubungi terlapor lewat WhatsApp, terlapor tidak membalas

Masih berdasarkan pembaruan yang disampaikan keluarga korban, penyidik disebut mencoba menghubungi pihak terlapor melalui WhatsApp. Namun, pesan tersebut dikatakan tidak mendapat respons dari terlapor. Keluarga korban menggambarkan bahwa penyidik kemudian berencana mencoba menghubungi kembali, setelah sebelumnya pesan tidak ditanggapi.

Dalam unggahan lanjutan, istri korban menuliskan bahwa penyidik sudah melakukan WhatsApp kepada pelaku, tetapi pihak terlapor tidak membalas sama sekali. Informasi itu dipaparkan sebagai hasil komunikasi keluarga korban dengan suami dan penyidik.

Akun Instagram terlapor disebut berubah privat, keluarga korban belum mengungkap identitas

Dalam pembaruan berikutnya, keluarga korban menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan. Mereka juga menyebut akun Instagram pihak yang dituding melakukan pemukulan diatur menjadi privat setelah persoalan ramai diperbincangkan di media sosial.

Namun, perubahan pengaturan privasi akun tidak otomatis membuktikan seseorang bersalah. Keluarga korban pun menyatakan belum bersedia mengungkap akun Instagram maupun Reclub yang diduga berkaitan dengan pihak terlapor, dengan alasan khawatir menghadapi persoalan hukum. Keputusan itu disampaikan langsung oleh pengunggah dalam unggahan lain, sementara proses pembuktian tetap perlu berjalan melalui mekanisme pemeriksaan.

Status kasus masih bergantung pada konfirmasi pihak berwenang

Perbincangan kasus ini turut memunculkan diskusi di media sosial terkait pengendalian emosi saat berolahraga dan pentingnya menjaga keselamatan sesama pemain ketika pertandingan berlangsung. Meski begitu, dugaan pemukulan tetap perlu ditelusuri melalui keterangan para pihak serta bukti yang tersedia.

Hingga informasi ini disusun, detail kronologi lengkap, kondisi korban setelah kejadian, serta status terbaru laporan masih merujuk pada keterangan dari keluarga korban. Belum ada konfirmasi resmi kepolisian yang merinci hasil pemeriksaan medis, perkembangan penyidikan, maupun kesimpulan proses hukum.

x
x