Bona Kim Ji Yeon, dari WJSN ke akting: trainee 5 tahun hingga The Haunted Palace

Abdul Halim
2 Nov 2026 13:46
5 menit membaca

Infopantulan.com – Kim Ji Yeon, yang dikenal dengan nama panggung Bona, menjalani perjalanan karier di industri hiburan Korea Selatan yang bertahap, dari latihan panjang sebagai trainee hingga tampil di sejumlah drama populer. Ia memulai masa trainee sekitar 5 tahun sebelum debut bersama WJSN pada 2016, kemudian merambah dunia akting pada 2017. Perubahan fokus itu terus berlanjut sampai ia makin dikenal lewat peran-peran penting, termasuk saat memerankan Go Yu Rim dalam Twenty Five Twenty One pada 2022 serta kembali bekerja dengan Yook Sung Jae di The Haunted Palace pada 2025.

Perjalanan ini menarik karena memperlihatkan bagaimana pengalaman sebagai idol tidak berhenti sebagai latar belakang, melainkan menjadi modal saat berpindah ke akting. Dari proses trainee yang lama, debut akting lewat Hit the Top, hingga peningkatan pengakuan lewat Girls’ Generation 1979, Kim Ji Yeon membangun konsistensi portofolio yang membuat namanya terus relevan dari tahun ke tahun. Ia juga pernah menyampaikan bahwa WJSN menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, sekaligus mengungkap kedekatan yang sudah terjalin lama dengan Yook Sung Jae.

Trauma latihan sekitar 5 tahun sebelum debut WJSN

Salah satu fondasi paling menentukan dalam karier Kim Ji Yeon adalah lamanya ia menjalani masa trainee, kurang lebih 5 tahun. Pada fase ini, ia tidak hanya belajar materi dasar, tetapi juga membentuk kemampuan yang kelak dibutuhkan saat debut, terutama dalam menyanyi dan menari. Durasi latihan yang panjang memberi ruang untuk pembentukan teknik dan kedisiplinan, sekaligus memperkuat kesiapan mental sebelum tampil di panggung besar.

Menariknya, proses trainee bukan sekadar “tahap menunggu debut”. Ia berfungsi sebagai ruang adaptasi, karena dunia hiburan Korea menuntut hasil yang cepat namun tetap presisi. Saat akhirnya debut bersama WJSN pada 2016, Kim Ji Yeon sudah membawa bekal performa yang terbentuk bertahun-tahun, sehingga perubahan arah kariernya ke akting terasa lebih seperti perluasan kemampuan, bukan lompatan tanpa pijakan.

Mulai akting pada 2017 lewat Hit the Top sebagai Do Hye Ri

Peralihan dari idol ke aktris mulai terlihat ketika Kim Ji Yeon memulai debut akting pada 2017. Ia masuk lewat drama Hit the Top dengan memerankan karakter Do Hye Ri. Langkah ini menandai titik perubahan yang tidak instan. Di panggung, ekspresi biasanya terarah untuk performa, sedangkan akting menuntut kontrol emosi yang lebih halus, termasuk cara merespons situasi dan membangun karakter secara berkelanjutan.

Dari informasi yang tersedia, setelah debut tersebut ia kemudian memperoleh kesempatan yang lebih menonjol. Perkembangan ini penting karena menunjukkan bahwa masuk ke dunia akting tidak berhenti pada pengenalan nama, melainkan harus dibuktikan melalui kemampuan menafsirkan peran. Dengan begitu, pengalaman sebagai idol menjadi elemen pendukung, tetapi kemampuan aktinglah yang menentukan seberapa jauh ia bisa dipercaya untuk peran berikutnya.

Mulai diperhitungkan lewat Girls’ Generation 1979 sebagai Lee Jung Hee

Nama Kim Ji Yeon sebagai aktris mulai benar-benar diperhitungkan ketika ia memerankan Lee Jung Hee dalam drama Girls’ Generation 1979. Peran tersebut disebut menjadi titik penting karena membantu memperjelas kemampuan aktingnya di mata penonton. Dalam transisi karier, momen seperti ini sering menjadi penentu, sebab penonton biasanya mulai menilai konsistensi ekspresi dan kemampuannya memegang emosi karakter, bukan hanya daya tarik sebagai figur publik.

Yang menonjol dari tahap ini adalah arah karier yang tidak berhenti pada satu proyek. Ia terus membangun portofolio melalui proyek yang memberi ruang untuk memperkuat performa. Dengan kata lain, perkembangan kariernya bergerak dari tahap memperkenalkan diri menuju tahap membuktikan kapasitas akting yang lebih matang.

Popularitas meningkat lewat Twenty Five Twenty One tahun 2022

Titik sorotan yang lebih luas datang lewat Twenty Five Twenty One yang tayang pada 2022. Dalam drama tersebut, Kim Ji Yeon berperan sebagai Go Yu Rim, seorang atlet anggar nasional yang menjadi rival dari Na Hee Do, karakter yang diperankan oleh Kim Tae Ri. Peran sebagai rival memiliki karakteristik tersendiri, karena konflik dan dinamika emosi biasanya menuntut konsistensi sepanjang cerita, bukan hanya momen tertentu.

Selain itu, pilihan karakter atlet anggar juga menambah tantangan karena menuntut cara menampilkan fokus, ketegangan, dan perubahan sikap sesuai alur persaingan. Dari sini, Kim Ji Yeon mendapatkan perhatian lebih luas dari penonton yang mengikuti hubungan antar karakter. Peran Go Yu Rim memberi ruang bagi ia untuk menunjukkan variasi ekspresi, mulai dari ketegangan, kompetisi, hingga respons emosional yang mengikuti perkembangan cerita.

WJSN disebut sebagai bagian penting dari perjalanan hidup

Di luar proyek drama, Kim Ji Yeon juga menempatkan WJSN sebagai bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia menyebut grup tersebut memiliki tempat tersendiri di hatinya dan menggambarkan WJSN sebagai cerminan masa mudanya. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa hubungan emosionalnya dengan WJSN tidak berakhir saat ia mulai fokus ke akting, melainkan tetap melekat sebagai identitas awal yang membentuk dirinya.

Ia juga menyinggung bahwa waktu yang dihabiskan bersama para member sudah berlangsung sejak usia yang masih sangat muda. Artinya, ikatan yang terbangun bukan sekadar hubungan kerja, melainkan pengalaman yang tumbuh bersama. Dalam konteks karier hiburan, pernyataan seperti ini memberi gambaran bahwa perpindahan fokus ke dunia akting tidak berarti memutus sejarah awal, melainkan membawa pengalaman tersebut sebagai modal karakter.

Kedekatan 16 tahun dengan Yook Sung Jae, dipertemukan lagi di The Haunted Palace

Fakta menarik lainnya berkaitan dengan hubungan profesional yang sudah terbangun lama. Kim Ji Yeon mengaku mengenal Yook Sung Jae selama kurang lebih 16 tahun. Pada tahun 2025, keduanya dipertemukan sebagai pemeran utama dalam drama The Haunted Palace. Ia sempat membayangkan proses syuting akan terasa canggung karena harus memerankan hubungan romantis dengan seseorang yang sudah lama dikenal, namun kenyataannya kedekatan mereka justru membuat komunikasi selama produksi berjalan lebih mudah.

Penjelasan ini relevan karena memperlihatkan bagaimana kedekatan personal dapat memengaruhi kelancaran proses kerja. Dalam produksi drama, komunikasi yang nyaman biasanya membantu aktor menyesuaikan ritme syuting dan membangun chemistry karakter. Jika hubungan sudah terjalin lama, adaptasi awal bisa lebih cepat, sehingga fokus produksi bisa diarahkan pada penyelarasan emosi dan adegan yang menuntut dinamika hubungan.

x
x