Gen Z Sulit Cari Kerja, Pencari Kerja Usia 52 Tahun Tak Mau Menyerah

Nelly Sipayung
6 Agu 2026 05:11
News 0 61
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR–
Job Fair Kabupaten Bogor 2026 tak hanya dipadati lulusan baru yang berburu pekerjaan pertama, tetapi juga para pekerja berpengalaman yang kembali mencari nafkah setelah terkena dampak pemutusan hubungan kerja. Di balik ramainya bursa kerja, tersimpan kisah perjuangan dua generasi yang sama-sama menghadapi kerasnya persaingan dunia kerja.

Pantauan INFOPANTULAN.COM di hari pertama dibuka, Rabu (6/8/2026), nampak ribuan pencari kerja memadati Job Fair Kabupaten Bogor 2026 dengan harapan membawa pulang kesempatan baru. Namun, cerita yang paling mencuri perhatian datang dari dua sosok berbeda generasi: Rahman (19), lulusan SMK yang baru pertama kali mengikuti job fair, dan Kuncoro (52), mantan karyawan perusahaan swasta yang kembali berburu pekerjaan setelah kehilangan pekerjaannya pada Mei lalu.

Rahman, lulusan SMK Plus PGRI 1 Cibinong jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), mengaku mengetahui informasi job fair melalui media sosial Instagram. Ia datang membawa CV dan optimisme, meski mengakui masih minim informasi mengenai lowongan yang tersedia.

“Baru pertama ikut job fair. Saya berharap ada peluang, apalagi yang tidak mensyaratkan pengalaman,” ujarnya.

Namun harapan itu belum sepenuhnya terjawab. Rahman mengaku kesulitan menemukan lowongan yang sesuai dengan jurusan DKV yang ia tekuni.

“Yang sesuai jurusan belum ada. Kebanyakan sales, atau LPK untuk kerja ke luar negeri,” katanya.

Sebelumnya ia telah berkali-kali melamar pekerjaan secara daring melalui aplikasi pencari kerja. Beberapa kali dipanggil wawancara, namun kelanjutannya tak kunjung datang.

“Sudah interview, tapi lama, seperti di-ghosting,” ungkapnya.

Rahman berharap pemerintah semakin memperbanyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi lulusan SMK yang baru memasuki dunia kerja.

“Semoga lapangan kerja diperbanyak dan proses melamar dibuat lebih mudah,” harapnya.

Sementara itu, perjuangan berbeda datang dari Kuncoro (52), warga Cilebut yang sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan swasta besar di Indonesia. Setelah tidak lagi bekerja sejak Mei, ia memanfaatkan Job Fair Kabupaten Bogor untuk mencari peluang baru sesuai pengalaman di bidang administrasi dan properti.

“Harapan pasti ada peluang. Jangan hanya seremoni, tapi benar-benar bisa menampung pencari kerja,” katanya.

Menurut Kuncoro, tantangan terbesar pencari kerja berusia di atas 40 tahun adalah semakin sempitnya kesempatan yang diberikan perusahaan.

“Kalau usia di atas 40 sampai 50 tahun, peluangnya sedikit sekali. Persaingannya tentu berat,” ujarnya.

Meski demikian, semangatnya tak luntur. Baginya, usaha tetap menjadi kunci utama.

“Kita berusaha 90 persen, berdoa 10 persen. Kalau berdoa 90 persen tapi tidak usaha, ya tidak akan jalan,” ucapnya sambil tersenyum.

Kuncoro juga berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal.

“Kalau memang belum dapat kerja, coba mandiri. Sekarang peluang usaha kuliner, kopi, atau usaha kecil masih terbuka. Jangan takut mencoba,” pesannya.

Kisah Rahman dan Kuncoro menjadi gambaran nyata bahwa tantangan mencari pekerjaan kini dirasakan semua kalangan, baik lulusan baru maupun pekerja berpengalaman. Di tengah tingginya persaingan, keduanya hanya memiliki satu harapan yang sama: kesempatan untuk kembali bekerja dan membangun masa depan yang lebih baik.

x
x