Kampung Ramah Lingkungan KRL Jabon Mekar Parung jadi role model DWP Kemendagri

Abdul Halim
5 Nov 2026 10:46
Bogor 0 0 View
4 menit membaca

Parung, Infopantulan.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Kampung Ramah Lingkungan atau KRL Jabon Mekar di Parung, Kabupaten Bogor, sebagai role model pengolahan sampah rumah tangga bernilai ekonomi. Kunjungan ini berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, saat DWP menghadiri Kampanye Gerakan Nasional ASRI di KRL Jabon Mekar.

Ketua DWP Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Yulia Zubir Akmal, menilai KRL Jabon Mekar memiliki keistimewaan karena tidak hanya mengumpulkan dan memilah sampah, tetapi juga mengoptimalkan potensi limbah menjadi produk bernilai tambah. Ia juga menyatakan rencana untuk membagikan pengetahuan pengelolaan sampah tersebut ke DWP di provinsi, serta meminta dukungan Polpum untuk mengirim surat agar kegiatan serupa bisa ditiru.

KRL Jabon Mekar di Parung diarahkan jadi contoh pengolahan sampah bernilai ekonomi

Dalam kegiatan tersebut, Yulia Zubir Akmal menempatkan KRL Jabon Mekar sebagai contoh yang relevan untuk skala yang lebih luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Penekanan utamanya ada pada pengolahan sampah yang tidak berhenti pada tahap pemilahan, melainkan berujung pada pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Ia juga memandang KRL Jabon Mekar sebagai sarana edukasi. Artinya, praktik yang dijalankan di lokasi tersebut dapat dipelajari oleh kelompok masyarakat yang ingin memahami cara mengolah sampah secara lebih terstruktur. Dari sudut pandang ini, kampung ramah lingkungan tidak hanya diposisikan sebagai program pengelolaan, tetapi juga tempat transfer pengetahuan.

“KRL Jabon Mekar bisa jadi role model dalam pengelolaan sampah bernilai ekonomi baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” ujar Yulia Zubir Akmal, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Rencana DWP Kemendagri untuk replikasi lewat surat ke Dewan Pemerintah Provinsi

Selain memuji praktik yang berjalan, Yulia Zubir Akmal menyampaikan komitmen untuk memperluas jangkauan pengetahuan yang diperoleh dari kunjungan tersebut. Ia menyebut akan membagikan pengetahuan kepada DWP di provinsi, sekaligus melibatkan Polpum untuk membuat surat kepada seluruh Dewan Pemerintah Provinsi agar meniru kegiatan di KRL Jabon Mekar.

Gagasan replikasi ini penting karena menyentuh cara program lingkungan bisa berpindah dari satu titik lokasi ke wilayah lain. Jika surat dan koordinasi berjalan sesuai rencana, maka KRL Jabon Mekar dapat berfungsi sebagai rujukan operasional bagi pihak-pihak yang ingin memulai atau memperbaiki program serupa di daerahnya.

“Kami akan berusaha membagikan pengetahuan ini ke Dharma Wanita Persatuan di provinsi dan Polpum akan membuat surat ke seluruh Dewan Pemerintah Provinsi untuk meniru kegiatan ini,” ucap Yulia Zubir Akmal.

Kepala KRL Jabon Mekar sebut kerja sama penguatan kapasitas kelembagaan dan inovasi organisasi

Di sisi lain, Ketua KRL Jabon Mekar, Ade Subagyo, menyampaikan bahwa kunjungan DWP Kemendagri juga dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama KRL dengan Ford Foundation. Ia menjelaskan, kemitraan yang dijalankan diarahkan untuk mendukung penguatan kapasitas kelembagaan, kemandirian keuangan, inovasi organisasi, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ade Subagyo menegaskan bahwa bantuan yang diterima KRL bukan semata kesempatan menjalankan program, melainkan menunjukkan bahwa organisasi masyarakat dapat tumbuh menjadi kekuatan pembangunan. Ia menyatakan harapan agar Kampung Edukasi Jabon Lestari menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, organisasi, dan dunia usaha untuk bertukar pengalaman, melihat praktik nyata, serta mengembangkan gagasan yang bisa direplikasi di wilayah lain.

“Kami ingin membuktikan bahwa yayasan dan komunitas lokal bukan hanya penerima manfaat dari program pembangunan, melainkan juga dapat menjadi bagian dari solusi,” kata Ade Subagyo.

Target lomba Kampung Ramah Lingkungan 2026 Kabupaten Bogor dan konteks dampak bagi warga

Ade Subagyo juga menyampaikan bahwa KRL Jabon Mekar sedang mengikuti lomba Kampung Ramah Lingkungan 2026 tingkat Kabupaten Bogor. Ia menyatakan harapan mendapatkan hasil terbaik. Dalam penuturannya, upaya yang dilakukan tetap menyisakan ruang pembenahan, termasuk tantangan yang masih harus dijalani dan jangkauan yang masih perlu diperluas kepada masyarakat.

Bagi warga di Parung dan sekitarnya, keberadaan kampung edukasi semacam ini biasanya berhubungan langsung dengan kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui praktik pengumpulan, pemilahan, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, warga mendapatkan contoh yang lebih konkret tentang bagaimana sampah dapat diolah secara terarah, bukan hanya dibuang. Saat program juga menekankan aspek edukasi, proses belajar berpotensi melibatkan lebih banyak kelompok, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu komunitas saja.

x
x