Susur Sungai Cileungsi Bogor, DLH petakan titik outfall industri 2 hari

Abdul Halim
28 Agu 2026 23:45
Bogor 0 55
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan susur Sungai Cileungsi selama dua hari berturut-turut, Rabu hingga Kamis 25 sampai 27 Agustus 2026. Langkah ini difokuskan untuk memetakan sekaligus mengidentifikasi titik-titik saluran pembuangan atau outfall industri yang diduga menjadi sumber pencemaran air sungai.

Kegiatan susur melibatkan personel TNI AL serta Tim Patroli Sungai DLH Provinsi Jawa Barat. Rute penyisiran dimulai dari kawasan Jembatan Wika, melewati Jembatan Cikuda, hingga titik perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi, agar gambaran kondisi di sepanjang aliran lebih menyeluruh.

DLH Bogor susur sungai untuk identifikasi outfall industri

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memastikan kondisi Sungai Cileungsi dapat dipantau secara langsung. Menurutnya, fokus utamanya adalah potensi sumber pencemaran yang berasal dari aktivitas industri di sekitar bantaran sungai, yang biasanya tidak selalu terlihat dari data administratif.

Teuku Mulya menambahkan, pemetaan dan identifikasi langsung menghasilkan data lapangan yang dapat dipakai sebagai bahan inventarisasi dan pemantauan. Data tersebut juga akan membantu menentukan langkah pengendalian apabila ditemukan indikasi pencemaran dari titik outfall tertentu.

Pengawasan kualitas lingkungan perlu data lapangan

Teuku Mulya menilai pengawasan kualitas lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan informasi yang bersifat administratif. Untuk memastikan adanya potensi gangguan terhadap kualitas air, pemeriksaan langsung ke lokasi dibutuhkan agar temuan lebih akurat dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penjelasannya, susur sungai menjadi cara untuk melihat kondisi faktual di lapangan. Dengan begitu, setiap sumber yang berpotensi memengaruhi kualitas air diharapkan dapat teridentifikasi dengan baik, lalu diproses sesuai prosedur penanganan pencemaran.

Kolaborasi DLH dan TNI AL perluas cakupan pemantauan DAS

Selain DLH Kabupaten Bogor, kegiatan ini juga dijalankan bersama TNI AL dan tim dari DLH Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi lintas instansi diharapkan memperluas cakupan pemantauan, sekaligus memperkaya data kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi.

Teuku Mulya menegaskan bahwa pengawasan lingkungan adalah pekerjaan bersama. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak bisa berjalan sendiri karena persoalan pencemaran biasanya melibatkan banyak pihak, mulai dari pengelola usaha hingga aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

Komitmen pencegahan pencemaran berkelanjutan

Pemkab Bogor menyatakan komitmen menjaga kualitas lingkungan melalui langkah pencegahan dan pengendalian pencemaran yang berkesinambungan. Harapannya, Sungai Cileungsi tetap terjaga kebersihannya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Hasil susur dan identifikasi lapangan selanjutnya akan menjadi bagian dari data inventarisasi DLH Kabupaten Bogor. Data tersebut diharapkan mendukung pengawasan, evaluasi, serta langkah pengendalian dan penindakan terhadap potensi sumber pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi.

Temuan sebelumnya jadi pemicu penguatan pemantauan

Sebelumnya, aliran Sungai Cileungsi di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, sempat dilaporkan hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat pada akhir Juli 2026. Pada saat itu, titik Cikuda di Wanaherang disebut terpantau hitam pekat dan berbau menyengat, dengan dugaan adanya oknum industri yang membuang limbah.

Dalam konteks itu, titik Cikuda menjadi salah satu area yang disisir pada kegiatan pemetaan outfall industri oleh DLH Kabupaten Bogor bersama TNI AL dan DLH Provinsi Jawa Barat. Dengan susur yang terencana dan meliputi beberapa titik penting, proses penguatan pemantauan diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai asal-usul gangguan kualitas air di Sungai Cileungsi.

x
x