google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Prestasi membanggakan datang dari SMAN 8 Bogor. Arini Angelina Lovly, siswi kelas XI-12, berhasil membawa pulang medali perak pada ajang catur internasional 21st Malaysian Chess Festival 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada 30 Agustus 2026, ia menempati posisi juara 2 untuk kategori Open Rapid Age Group, sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi permainan di format cepat.
Ajang tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi pecatur muda karena diselenggarakan lintas kategori, mulai dari beregu beranggotakan empat orang, kelompok umur, hingga kategori terbuka. Festival ini digelar setiap tahun untuk memperingati kemerdekaan Malaysia, dengan rentang kompetisi dari 28 Agustus hingga 7 September. Bagi Arini, penampilan di level internasional bukan sekadar menambah daftar prestasi, melainkan juga memperluas pengalaman bertanding melawan beragam gaya permainan.
Di kategori Open Rapid Age Group, Arini meraih juara 2 setelah menghadapi rangkaian pertandingan dalam tempo permainan yang lebih cepat. Format rapid menuntut pengambilan keputusan yang presisi, membaca pola lebih cepat, serta menjaga kestabilan strategi ketika waktu mulai menipis. Kemenangan di kelompok usia juga biasanya menilai kemampuan adaptasi, karena setiap lawan membawa karakter permainan yang berbeda.
Arini sendiri lahir di Bogor pada 2 Oktober. Ia mengaku mulai serius menekuni catur sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Saat itu, gurunya memperkenalkan kesempatan mengikuti ajang O2SN cabang catur. Dorongan untuk mencoba hal baru menjadi titik awal yang membuat minatnya berkembang, terlebih ketika ia merasakan pengalaman kompetitif dan meraih hasil di level daerah.
Dalam perjalanan awalnya, Arini pernah meraih juara 2 O2SN tingkat Bogor Timur pada 2019. Sejak saat itu, ketertarikannya pada catur tumbuh lebih kuat. Ia merasa ada kesesuaian antara gaya berpikirnya yang gemar menganalisis dengan tuntutan strategi dalam permainan. Baginya, catur bukan hanya soal keberuntungan, melainkan proses menyusun rencana, menilai risiko, lalu mengeksekusi langkah secara terukur.


Tidak ada komentar