Kebakaran toko es krim Momoyo di Leuwiliang Bogor dipicu korsleting listrik

Abdul Halim
19 Okt 2026 15:07
Peristiwa 0 11
3 menit membaca

Kebakaran terjadi di toko es krim Momoyo yang beralamat di Jalan Raya Leuwiliang Nomor 33, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Senin, 19 Oktober 2026 sekitar pukul 19.02 WIB. Insiden ini melibatkan dugaan korsleting listrik pada bagian meteran atau MCB toko, setelah muncul bau menyengat dan kemudian ledakan kecil disertai percikan api.

Peristiwa bermula ketika karyawan mencium bau dari sisi depan toko. Saat dilakukan pengecekan, gangguan kelistrikan ditemukan pada area meteran atau MCB, lalu muncul ledakan dan percikan. Dua karyawan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor Damkar Sektor Leuwiliang, sehingga petugas bergerak cepat untuk menekan api sebelum meluas.

Kebakaran toko es krim Momoyo berawal dari korsleting di meteran

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian meteran atau MCB. Menurutnya, aroma terbakar terlebih dahulu tercium dari bagian depan toko, yang menjadi sinyal awal sebelum api muncul.

Setelah tim melakukan pemeriksaan, ditemukan adanya gangguan kelistrikan di area meteran atau MCB. Gangguan tersebut kemudian memunculkan ledakan dan percikan api. Pola kejadian seperti ini kerap menyisakan risiko lanjutan, karena percikan bisa menyambar material mudah terbakar yang berada di sekitar titik sumber.

Laporan diterima pukul 19.03, Damkar tiba 19.07 WIB

Proses penanganan dimulai saat petugas menerima laporan pada pukul 19.03 WIB. Satu menit setelah laporan masuk, petugas berangkat menuju lokasi kejadian. Enam personel Damkar dengan satu unit kendaraan pemadam tiba di lokasi pada pukul 19.07 WIB, menyusul informasi adanya kebakaran di area toko.

Kecepatan respons menjadi faktor penting, terutama karena toko beroperasi pada jam-jam malam. Pada saat yang sama, keterlibatan pihak sekitar juga membantu mempercepat koordinasi, mulai dari pengaturan area hingga dukungan tenaga saat pemadaman berlangsung.

Damkar padamkan api dengan APAR dan metode penyemprotan

Yudi Santosa menyebutkan bahwa petugas memadamkan api menggunakan dua tabung alat pemadam api ringan (APAR). Metode yang dilakukan adalah penyemprotan langsung pada bagian yang menyala, menargetkan titik api agar tidak merembet ke area lain di dalam toko.

Penggunaan APAR menunjukkan bahwa pemadaman dilakukan secara taktis dan terkontrol pada fase awal kebakaran. Jika api masih berada pada tahap awal, penyemprotan dengan APAR biasanya lebih efektif untuk memotong sumber panas dan mengurangi peluang api menyebar.

Warga dan instansi lain ikut terlibat, penanganan selesai pukul 20.35

Api berhasil dipadamkan, dan penanganan di lokasi selesai pada pukul 20.35 WIB. Selain petugas Damkar, sejumlah pihak turut terlibat dalam proses penanganan, termasuk petugas PLN, kepolisian, Satpol PP, petugas puskesmas, pengurus RT/RW, serta warga setempat.

Keterlibatan berbagai unsur ini biasanya dibutuhkan untuk memastikan keselamatan menyeluruh, termasuk pengecekan kondisi listrik setelah korsleting, pengamanan area agar tidak ada warga yang mendekat, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan apabila ada pihak yang mengalami dampak asap atau kepanikan.

Dampak bagi lingkungan sekitar dan aktivitas warga

Lokasi kejadian berada di Jalan Raya Leuwiliang, sehingga aktivitas warga dan lalu lintas di sekitar toko berpotensi terganggu selama proses pemadaman. Meski insiden berlangsung pada malam hari, keberadaan toko dan aktivitas warga di sekitar jalan utama membuat pengamanan area menjadi krusial agar kendaraan dan pejalan kaki tidak terpapar bahaya.

Bagi pemilik dan karyawan, kebakaran akibat gangguan kelistrikan juga memunculkan kebutuhan penanganan lanjutan seperti pemeriksaan instalasi listrik dan penilaian kerusakan. Untuk warga sekitar, peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa komponen kelistrikan seperti meteran dan MCB perlu diperiksa berkala, terutama pada bangunan usaha yang menggunakan peralatan pendingin dan perlengkapan listrik harian.

x
x