google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Ya, yang kekurangan terutama bagi warga yang masih mengandalkan sumber air dari sumur dan belum memiliki sambungan air bersih. Karena itu saya menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan untuk menyiapkan langkah darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki air kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.
Selain penanganan darurat, Pemkot Bogor juga mendorong masyarakat yang belum menjadi pelanggan Perumda Tirta Pakuan agar segera mengajukan pemasangan sambungan rumah sebagai solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Dedie mengungkapkan, musim kemarau saat ini telah menyebabkan penurunan debit Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane yang selama ini menjadi sumber utama air baku Perumda Tirta Pakuan. Oleh karena itu, perusahaan diminta terus memantau kondisi sumber air serta menyiapkan langkah mitigasi apabila pasokan air semakin berkurang.
Saat ini, Perumda Tirta Pakuan melayani sebanyak 197.638 sambungan rumah, atau sekitar 75,46 persen dari total rumah tangga di Kota Bogor.
“Kami berharap cakupan layanan air bersih terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap air perpipaan yang lebih andal, terutama saat musim kemarau,” pungkasnya.


Tidak ada komentar