
Surabaya, Infopantulan.com – Gusti Ian, owner Kebaya Mbok Dhe, membagikan panduan memulai kebaya agar pemula tidak bingung memilih model, warna, dan bawahan untuk gaya sehari-hari hingga saat hangout. Ia menyampaikan panduan tersebut dalam BeautyFest Asia Surabaya 2026, dengan menekankan pendekatan praktis yang bisa langsung dicoba.
Dalam sesi itu, Gusti Ian menjelaskan bahwa kebaya dapat dibuat lebih fleksibel jika pemula memulai dari satu item yang mudah dipadukan. Ia juga mencontohkan pilihan model seperti kebaya encim untuk nuansa feminin Peranakan, serta cara memadukan kebaya dengan beragam bawahan, mulai dari jarik hingga rok denim atau celana kain, agar tampilan tetap terasa sesuai karakter pemakai.
Gusti Ian memulai dari keputusan paling sederhana yang sering jadi titik awal pemula, yaitu memilih kebaya polos. Menurutnya, warna polos lebih mudah dieksplor karena bisa dipasangkan dengan banyak pakaian yang sudah ada di lemari. Dengan strategi ini, pemula tidak langsung terjebak pada banyak pembelian model yang belum tentu cocok saat diuji padu padan.
Untuk orang yang baru mencoba mengenakan kebaya, pilihan pertama yang disarankan adalah kebaya dengan warna-warna polos. Cara berpikirnya praktis, karena pemula bisa menguji kebaya tanpa harus mencari bawahan yang spesifik. Saat kebaya sudah masuk ke rutinitas, barulah pemula punya gambaran untuk mencoba warna atau model yang lebih berani.
“Kalau kebaya itu, untuk mencoba pertama kali, lebih baik pilih warna yang polos-polos. Jadi kita bisa, satu kebaya itu bisa kita buat untuk beberapa kali.”
Ia juga menggarisbawahi bahwa satu kebaya seharusnya cukup untuk menghasilkan beberapa tampilan. Dengan begitu, pemula tidak perlu merasa harus membeli banyak model sekaligus. Pendekatan ini membantu proses belajar gaya berjalan lebih pelan, tapi konsisten, karena setiap paduan bisa dievaluasi setelah dipakai.
Selain warna, pemula diminta menyesuaikan pilihan kebaya dengan selera dan kecocokan dengan bawahan yang sudah dimiliki. Gusti Ian mendorong pemikiran bahwa mencoba kebaya tidak berhenti di tahap membeli, melainkan berlanjut ketika kebaya dipadankan saat dipakai. Dengan cara itu, pemula akan lebih cepat menemukan kombinasi yang terasa “nyambung” dan nyaman.
Untuk mereka yang menyukai nuansa feminin dengan sentuhan budaya Peranakan, Gusti Ian menyebut kebaya encim sebagai opsi yang bisa dipertimbangkan. Ia menjelaskan kebaya encim umumnya hadir dalam warna-warna cerah seperti kuning, hijau, dan merah muda, sehingga memberi kesan segar pada penampilan. Opsi ini juga bisa membantu pemula yang ingin mulai dari karakter tampilan yang lebih spesifik.
“Misalnya suka encim, coba beli encim satu. Itu nanti kita bisa padupadankan, karena encim itu biasanya warnanya cerah-cerah. Karena itu kan istilahnya kebaya peranakan,” ujar Gusti Ian.
Gusti Ian menegaskan bahwa kebaya tidak harus dipasangkan dengan bawahan yang bersifat formal atau seragam. Kebaya, menurutnya, dapat dibangun menjadi gaya yang berbeda melalui pilihan kain dan model bawahan yang beragam. Dengan begitu, kebaya bisa menyesuaikan suasana kegiatan, mulai dari tampilan yang lebih klasik hingga yang lebih modern.
Ia mencontohkan jarik sebagai pilihan yang menghadirkan kesan klasik dan anggun. Bahkan, kebaya kutubaru yang memiliki warna beragam tetap bisa dipadukan dengan jarik bernuansa cokelat atau sogan. Untuk variasi lain, kain lurik juga disebut bisa menjadi alternatif jika pemakai ingin tampilan yang lebih berkarakter.
Di sisi yang lebih modern, Gusti Ian turut menyebut rok denim atau celana berbahan kain sebagai pasangan yang memungkinkan. Intinya, pemilihan bawahan kembali lagi pada kecocokan dengan gaya pribadi, bukan pada aturan kaku bahwa kebaya hanya cocok dengan bawahan tradisional.
“Ini bisa pakai jarik, jarik bawahnya bisa pakai yang warna-warna cokelat-cokelat, sogan-sogan. Kayak gitu itu bagus. Mau pakai cokelat-cokelat boleh, mau pakai lurik juga enggak apa-apa,” tutur Gusti Ian.
Salah satu cara yang paling mudah untuk membangun kebiasaan mengenakan kebaya adalah memanfaatkan pakaian yang sudah ada. Gusti Ian menyarankan pemula membeli satu kebaya terlebih dahulu, lalu mencoba berbagai kombinasi saat berada di rumah. Dengan langkah ini, pemula dapat menemukan paduan yang paling nyaman dan paling sesuai selera tanpa harus langsung membeli set pakaian baru.
Metode coba-pakai di rumah juga memberi ruang untuk memahami kombinasi mana yang cocok untuk kegiatan berbeda, termasuk aktivitas santai seperti hangout. Ketika eksperimen dilakukan berulang, pemula akan makin paham bagaimana kebaya bisa menjadi bagian dari gaya sehari-hari yang fleksibel, bukan sekadar pilihan untuk acara tertentu.

