Warga RW 13 Rangga Mekar Ubah Limbah Kayu dan Plastik Jadi Hiasan Kemerdekaan

Riky Iskandar
21 Agu 2026 13:20
News 0 59
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Semarak menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 turut terlihat di lingkungan RW 13, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Berbeda dari biasanya, warga setempat memilih memanfaatkan berbagai limbah yang sudah tidak terpakai untuk mempercantik lingkungan. Secara guyub, warga membuat gapura bernuansa kemerdekaan dengan memanfaatkan potongan kayu.

Selain gapura, warga juga mengolah limbah plastik menjadi berbagai ornamen berbentuk bunga untuk menghiasi sepanjang lingkungan RW 13. Kreativitas tersebut menjadi bagian dari upaya warga menciptakan suasana kampung yang lebih semarak sekaligus mengurangi limbah.

Ketua RW 13, Kelurahan Rangga Mekar, Muhamma Rizal mengatakan seluruh proses pembuatan ornamen dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Limbah kayu yang digunakan terlebih dahulu dihaluskan sebelum menjalani proses finishing dan pengecatan.

“Kita ambil dari limbah kulit kayu atau bambu. Ini digunakan untuk menghias kampung di Jalan RW 13. Bahannya dihaluskan terlebih dahulu, kemudian difinishing, dipelitur atau dicat,” ujar Rizal, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya Ketua RW termuda se-Kota Bigir ini, penghiasan lingkungan tersebut masih terus dikerjakan. Secara bertahap akan dilanjutkan hingga seluruh kawasan tertata.

“Penghiasannya dilakukan oleh warga RW 13. Saat ini sedang dalam proses pembenahan. Yang disusun ini merupakan bahan limbah yang kemudian dibuat menjadi kreativitas warga,” katanya.

Hiasan tersebut membentang sekitar 500 meter dari titik gapura hingga bagian belakang lingkungan RW 13. Seluruh pembiayaan berasal dari swadaya masyarakat.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga konsep utama dalam menghias lingkungan. Pertama, pembangunan gapura menggunakan limbah potongan kayu. Kedua, pemanfaatan limbah plastik yang dikreasikan menjadi ornamen berbentuk bunga. Ketiga, penambahan lampu untuk memperkuat nuansa kemerdekaan, terutama pada malam hari.

“Dananya semua murni dari swadaya masyarakat. Hasilnya kami gunakan untuk menghias wilayah. Pertama pembuatan gapura dengan bahan baku limbah potongan kayu, kedua limbah plastik yang dikreasikan menjadi bunga-bunga, dan yang ketiga menghias dengan penambahan lampu,” jelasnya.

Selain mempercantik lingkungan, kegiatan tersebut dinilai mampu kembali menghidupkan semangat kebersamaan warga. Proses pengerjaan yang dilakukan bersama-sama menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi.

“Mudah-mudahan wilayah lain juga bisa ikut serta. Dengan menghias wilayah ini, warga kembali guyub, berkumpul, dan menjalin silaturahmi,” pungkasnya.

x
x