Rekonstruksi Jalan Cicangkal-Legok Rumpin Bogor dimulai 2026, 2,7 miliar

Abdul Halim
29 Agu 2026 01:15
Berita 0 55
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Jalan Cicangkal-Legok di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan, akhirnya masuk rencana penanganan pada 2026. Ruas yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Banten ini menjadi akses penting warga Rumpin menuju wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam paket pengadaan yang tercantum untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan rekonstruksi Jalan Cicangkal-Legok, tepatnya pada segmen yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Rencana ini mengacu pada kode paket RUP 67547611 dengan pagu anggaran sekitar Rp2,7 miliar, serta mengarah pada peningkatan kualitas jalan sepanjang 471 meter.

Jalur perbatasan Bogor-Tangerang, perbaikan 471 meter

Jalan Cicangkal-Legok berada pada konteks lintas wilayah, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan warga sekitar Rumpin. Bagi masyarakat yang beraktivitas menuju Kabupaten Tangerang, kondisi jalan menjadi penentu kelancaran perjalanan, baik untuk kebutuhan harian maupun distribusi barang.

Kerusakan yang sudah lama berlangsung membuat mobilitas warga maupun kendaraan kerap terganggu. Pada praktiknya, ruas yang tidak lagi layak biasanya memaksa pengguna jalan mengurangi kecepatan, meningkatkan risiko kerusakan kendaraan, hingga menambah waktu tempuh. Karena itu, rekonstruksi yang ditargetkan pada 2026 dinilai relevan untuk memulihkan fungsi jalan penghubung tersebut.

Rincian paket rekonstruksi dan spesifikasi konstruksi

Paket rekonstruksi yang disiapkan pada APBD 2026 memiliki jenis pekerjaan jasa lainnya dengan metode pemilihan tender. Mengacu pada rincian pekerjaan, lingkupnya adalah peningkatan jalan sepanjang 471 meter, yang menjadi ukuran utama untuk memperbaiki ruas secara terukur.

Dari sisi konstruksi, rencana perkerasan menggunakan beton semen bermutu fc’ 30 MPa. Untuk lapisan dasar, proyek juga memuat fondasi bawah berupa beton kurus ready mix, serta fondasi agregat kelas A. Kombinasi lapisan tersebut biasanya dipilih untuk memperkuat daya dukung permukaan jalan, sehingga kualitas perkerasan lebih tahan terhadap beban lalu lintas.

Anggaran Rp2,7 miliar dan jadwal pelaksanaan kontrak

Nilai pagu sekitar Rp2,7 miliar menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah menyiapkan penanganan yang tidak sekadar tambal sulam. Rekonstruksi dengan spesifikasi beton dan fondasi berlapis umumnya membutuhkan perencanaan teknis yang lebih matang, termasuk pengendalian mutu material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Adapun jadwal pelaksanaan kontrak maupun pemanfaatan hasil pekerjaan direncanakan berlangsung pada periode September hingga Desember 2026. Rentang waktu tersebut memberi ruang untuk tahapan akhir persiapan, pelaksanaan konstruksi, hingga serah-terima hasil pekerjaan, meski tetap bergantung pada proses administrasi dan kesiapan teknis di lokasi.

Dampak bagi mobilitas warga dan kebutuhan penataan akses

Perbaikan Jalan Cicangkal-Legok diperkirakan akan memberi efek langsung pada mobilitas masyarakat. Jalan yang lebih baik akan membantu kelancaran perjalanan lintas wilayah, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta mengurangi gangguan akibat kondisi permukaan jalan yang tidak rata atau rusak.

Selain itu, mengingat posisinya sebagai jalur perbatasan, kualitas infrastruktur juga berpengaruh pada koordinasi arus kendaraan dari dua arah wilayah. Ketika ruas penghubung membaik, pengguna jalan cenderung lebih percaya diri memilih rute tersebut, sehingga akses ekonomi dan sosial antarwilayah dapat berjalan lebih stabil.

Menunggu eksekusi, perhatian pada kualitas hasil pekerjaan

Meski rencana rekonstruksi sudah masuk paket pengadaan tahun 2026, keberhasilan nyata tetap ditentukan oleh eksekusi di lapangan. Pengawasan terhadap mutu beton semen, ketepatan komposisi fondasi, serta kontrol pengerjaan fondasi agregat kelas A menjadi kunci agar umur layanan jalan lebih panjang.

Bagi warga Rumpin, penantian puluhan tahun tentu menimbulkan harapan besar. Dengan adanya rencana rekonstruksi pada 2026, fokus berikutnya adalah memastikan proses tender berjalan sesuai ketentuan, spesifikasi konstruksi benar-benar diterapkan, dan hasil akhirnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh pengguna jalan.

x
x