Stadion Mini Citeureup Bakal Dipoles, Camat Usul Lapangan Pakai Rumput Sintetis

Nelly Sipayung
9 Sep 2026 22:59
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR— Stadion Mini Citeureup, Kabupaten Bogor, diproyeksikan mendapat sentuhan revitalisasi untuk meningkatkan kualitas fasilitas olahraga masyarakat. Salah satu usulan yang mencuat ialah mengganti rumput lapangan dengan rumput sintetis agar lebih tahan menghadapi kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Camat Citeureup Maman Nurpadilah mengatakan, penggunaan rumput sintetis menjadi salah satu opsi yang dinilai layak dipertimbangkan dalam rencana revitalisasi Stadion Mini Citeureup.

Menurut Maman, kondisi cuaca yang kerap berubah dan cukup ekstrem menjadi alasan pentingnya memilih material lapangan yang lebih tahan lama.

“Karena kondisi cuaca di Kecamatan Citeureup cukup ekstrem, lebih baik diganti dengan rumput sintetis supaya lebih tahan dengan kondisi cuaca seperti itu. Semoga bisa direalisasikan pada 2027 atau 2028,” ujar Maman, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai keberadaan Stadion Mini Citeureup memiliki peran penting, bukan hanya sebagai tempat aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga sebagai penunjang pembinaan atlet, terutama sepak bola.

Maman mengatakan, pembenahan fasilitas tersebut diharapkan membuat masyarakat memiliki sarana olahraga yang lebih representatif dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan.

Siap Jika Kecamatan Diberi Kewenangan Kelola Stadion
Selain persoalan revitalisasi, pengelolaan Stadion Mini Citeureup juga menjadi perhatian. Maman menyebut mekanisme pengelolaan masih perlu dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk dengan bagian aset.
Pemerintah Kecamatan Citeureup, kata dia, siap jika nantinya diberikan kewenangan untuk mengelola fasilitas tersebut.

“Kami sudah siap dan ini bisa kita bicarakan dengan bagian aset dan Pemerintah Kabupaten Bogor supaya nanti bisa dikelola oleh Kecamatan Citeureup. Kalau sudah menjadi perintah, kami harus siap,” katanya.

Maman berharap rencana revitalisasi Stadion Mini Citeureup mendapat dukungan Pemkab Bogor sehingga fasilitas olahraga tersebut bisa semakin optimal dimanfaatkan masyarakat.

Liga Desa Jadi Motor Pembinaan Sepak Bola
Di tengah rencana pembenahan fasilitas, Maman juga mengapresiasi penyelenggaraan Liga Desa di Kecamatan Citeureup.

Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi langkah positif dalam membangun pembinaan sepak bola dari tingkat desa.

“Pertama, saya sangat bangga dan mengapresiasi panitia Liga Desa. Ini sebuah sejarah, karena ada liga yang dibentuk di tingkat kecamatan. Hal seperti ini belum pernah terjadi di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ia berharap Liga Desa Citeureup tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain untuk menggelar ajang serupa secara berkelanjutan.

“Semoga ini bisa menjadi barometer untuk Kabupaten Bogor dan diikuti kecamatan-kecamatan lainnya, sehingga bisa menciptakan atlet-atlet berprestasi seperti yang kita harapkan,” tegas Maman.

Menurut Maman, pembinaan atlet dari tingkat desa hingga kecamatan membutuhkan dukungan kompetisi sekaligus fasilitas olahraga yang memadai.

Karena itu, revitalisasi Stadion Mini Citeureup, termasuk usulan penggunaan rumput sintetis, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sepak bola dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari Citeureup.

x
x