Sampah Menumpuk di Situ Citata, Bau Menyengat Ganggu Usaha Kuliner Warga

Nelly Sipayung
26 Agu 2026 09:21
News 0 49
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR— Tumpukan sampah yang mengapung di kawasan Situ Citata menjadi sorotan warga dan pelaku usaha di sekitarnya. Selain mengganggu pemandangan, sampah tersebut disebut menimbulkan bau menyengat yang dirasakan hingga ke lokasi usaha makanan dan minuman.

Keluhan itu disampaikan Nur Kamila (24), pemilik Warkop Bang Jab yang baru beroperasi sekitar dua hari di dekat Situ Citata. Menurutnya, persoalan sampah tersebut sudah terlihat sejak dirinya mulai membangun tempat usaha pada awal Agustus 2026.

“Kalau dibilang terganggu, terganggu banget. Orang yang mau ke sini kadang ‘eh, enggak jadi’ karena bau,” ujar Nur Kamila.

Ia mengatakan, aroma tidak sedap dari kawasan situ bahkan sampai tercium ke warungnya. Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu karena usaha yang dijalankannya bergerak di bidang makanan dan minuman.

“Bayangin aku jualan makanan, aromanya sampai sini,” katanya.

Nur berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penanganan terhadap tumpukan sampah tersebut.

“Aku harapannya semoga sesegera mungkin bisa ditindaklanjuti soal sampah di situ. Dibersihkan secepatnya karena sangat-sangat terganggu,” ujarnya.

Petugas Sebut Sampah Datang dari Dua Situ
Petugas Situ Citata, Haji Yusuf, menjelaskan persoalan sampah di kawasan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari lingkungan sekitar Situ Citata. Menurutnya, terdapat aliran air dari Situ Kedung dan Situ Cibutun yang masuk ke Situ Citata sehingga membawa sampah melalui inlet.

Ia mengatakan pihaknya bersama masyarakat dan kelompok pengawas telah berupaya menangani sampah yang masuk ke situ. Namun, keterbatasan tenaga dan peralatan menjadi kendala.

“Kami sudah berusaha dengan masyarakat. Kalau untuk sampah yang masuk ke situ, yang kami perbuat kita angkat ke atas,” kata Yusuf.

Pengangkatan sampah selama ini bahkan dilakukan menggunakan peralatan sederhana seperti serokan ikan dan bambu.

Yusuf menyebut petugas tidak dapat membersihkan Situ Citata setiap hari. Ia menjelaskan, cakupan pekerjaan yang harus ditangani cukup luas karena terdapat sekitar 60 situ di Kabupaten Bogor.

Karena itu, menurutnya, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk perangkat lingkungan hingga dinas terkait.

Usulan Jaring Sampah Belum Terealisasi
Yusuf mengungkapkan pihaknya telah mengajukan pemasangan jaring sampah di area masuknya aliran air ke Situ Citata. Usulan tersebut telah disampaikan sejak beberapa bulan lalu, tetapi hingga kini belum terealisasi.

“Sudah mengajukan baik ke Kelurahan, Kecamatan untuk diadakan jaring sampah, tapi belum terealisasi,” ungkapnya.

Menurut Yusuf, keberadaan jaring sampah dinilai penting untuk menahan sampah sebelum masuk lebih jauh ke badan situ. Namun, pemasangan jaring juga harus diikuti dengan kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab mengangkat dan mengangkut sampah yang tertahan.

“Siapa yang akan bertanggung jawab mengangkat sampahnya. Itu ada orang khusus yang harus dipekerjakan, diberdayakan. Itu kendalanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampah yang berhasil dikumpulkan dalam tiga hari kerja saja pernah mencapai lebih dari satu truk.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Leni Nerlina mengatakan persoalan sampah menjadi salah satu hal yang turut dibahas dalam rapat koordinasi di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kondisi kemarau membuat penanganan sampah harus dilakukan dengan hati-hati. Ia juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Leni menilai persoalan sampah di Situ Citata tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas situ atau pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi bagian penting dari solusi.

“Balik lagi introspeksi ke masing-masing orang untuk disiplin membuang sampah, enggak sembarang buang sampah,” ujarnya.

Ia mengakui pengangkatan sampah dalam jumlah besar membutuhkan tenaga, peralatan, serta koordinasi antarinstansi. Menurutnya, Kelurahan tidak mungkin menangani seluruh sampah seorang diri.

“Enggak mungkin hanya karena ngangkat sampah, juga ada orang tenggelam di situ. Jadi butuh koordinasi,” katanya.

Leni berharap pemerintah kecamatan dapat segera mengoordinasikan persoalan tersebut dengan dinas dan pemangku kepentingan terkait, termasuk kemungkinan merealisasikan pemasangan jaring sampah.

Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Jangan hanya tinggal ngeluh. Kalau ada sampah sedikit, masa enggak bisa sih? Masa enak melihat lingkungan dia jorok, bersampah,” tuturnya.

Persoalan sampah di Situ Citata kini menjadi pekerjaan bersama. Di satu sisi, petugas menghadapi keterbatasan tenaga dan fasilitas, sementara di sisi lain warga dan pelaku usaha berharap kondisi lingkungan segera dibenahi agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat maupun usaha di sekitar situ.

x
x