Driver ojol Bogor kehilangan Honda Scoopy setelah dibawa pria mirip kiai

Abdul Halim
14 Okt 2026 09:53
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Seorang driver ojek online kehilangan sepeda motor Honda Scoopy setelah mengantar penumpang ke kawasan Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, berawal dari tawaran antar secara langsung atau offline dengan ongkos Rp35.000.

Menurut kronologi yang dibagikan sesama pengemudi, driver tersebut bertemu seorang pria yang disebut menyerupai kiai di lokasi tujuan. Setelah bersalaman dan berbincang cukup lama, pria itu meminta izin meminjam motor untuk membeli rokok, namun kendaraan tak kunjung kembali hingga hampir dua jam, menjelang waktu salat Jumat.

Berawal dari order offline dari Perumahan Dramaga Hijau ke Cibadak Ciampea

Driver ojol mengaku menerima permintaan antar secara langsung tanpa lewat aplikasi, seperti skema yang biasa terjadi saat ada penumpang meminta tumpangan ke tujuan tertentu. Ia diminta mengantar dari Perumahan Dramaga Hijau menuju kawasan Cibadak, Ciampea, dengan biaya Rp35.000.

Setelah sampai di lokasi tujuan, ia tidak langsung berpisah. Ia justru bertemu dengan seorang pria yang digambarkan berpenampilan mirip kiai. Keduanya sempat melakukan gestur pertemuan seperti bersalaman dan mencium tangan, lalu mengobrol dalam waktu yang cukup panjang.

Motor dipinjam untuk beli rokok, ditunggu hampir dua jam

Di tengah perbincangan, pria tersebut meminta izin meminjam sepeda motor milik pengemudi. Alasannya sederhana, untuk membeli rokok. Pengemudi kemudian meminjamkan kendaraannya, dan pria itu berangkat.

Masalah muncul ketika motor yang dipinjam tak kembali. Driver baru menyadari kendaraannya hilang setelah menunggu hampir dua jam, tepat ketika waktu salat Jumat semakin dekat. Ia menyebut rokok juga tidak kunjung datang, sementara motor tak kembali ke lokasi.

Peringatan untuk pengemudi ojol: hati-hati pesanan di luar aplikasi

Dalam unggahan yang beredar, pengemudi tersebut mengingatkan agar rekan-rekan driver ojol lebih waspada saat menerima pesanan di luar aplikasi, terutama ketika berhadapan dengan orang yang belum dikenal. Ia menilai situasi seperti bersalaman, memakai atribut keagamaan, dan gaya komunikasi yang terkesan akrab bisa membuat pengemudi lengah.

Ia juga menekankan agar pengemudi tidak mudah percaya hanya karena penampilan seseorang terlihat agamis atau dianggap memiliki kedudukan tertentu. Bagi sebagian orang, sikap tersebut mungkin tampak wajar, tetapi dalam kasus ini justru berujung pada kehilangan kendaraan.

Warga Ciampea dan Cibadak diminta lebih peka terhadap kejadian serupa

Peristiwa di Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor ini menunjukkan bagaimana transaksi informal dapat memunculkan risiko. Saat order dilakukan di luar aplikasi, kontrol dan pelacakan menjadi lebih terbatas dibandingkan perjalanan yang tercatat sistem. Kondisi tersebut berpotensi membuat kerugian sulit dipulihkan dalam waktu cepat.

Bagi warga sekitar, kejadian seperti ini juga bisa memengaruhi rasa aman saat berinteraksi dengan orang baru di area publik, termasuk di sekitar lokasi tujuan yang dekat dengan kegiatan keagamaan. Apalagi, proses pertemuan yang melibatkan gestur penghormatan sering membuat orang enggan menolak permintaan, padahal logika keselamatan tetap perlu diutamakan.

Belum ada keterangan identitas pelaku dan perkembangan pencarian motor

Sampai unggahan tersebut disampaikan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pria yang membawa motor, maupun perkembangan proses pencarian kendaraan. Pengemudi hanya menyoroti kronologi kejadian dan menyerukan kehati-hatian agar kasus serupa tidak terulang.

Dalam pesannya, ia mengajak driver untuk mempertimbangkan kembali menerima pesanan offline, dan lebih memilih menunggu order yang jelas melalui sistem, termasuk yang bernilai kecil namun tercatat. Fokusnya bukan pada besar kecilnya tarif, melainkan pada kepastian proses dan keamanan pengemudi.

x
x