Tangis Pecah di Megamendung! Dua Peti Jenazah Ibu dan Anak Korban Mutilasi Tiba Dini Hari

Nelly Sipayung
4 Nov 2026 23:10
Bogor News 0 2
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2026) dini hari. Isak tangis keluarga pecah saat dua peti jenazah Dini Hardiyanti (30) dan putranya, AGEF (4), akhirnya tiba di kampung halaman.

Dua peti berwarna putih itu tiba sekitar pukul 03.23 WIB menggunakan ambulans dari RS Bhayangkara Surabaya H.S. Samsoeri Mertojoso.

Kedatangan jenazah yang telah lama dinantikan keluarga tersebut seketika mengundang kesedihan mendalam. Sejumlah kerabat yang sudah menunggu langsung mengangkat kedua peti menuju rumah duka.

Tangis semakin pecah ketika peti jenazah diletakkan di dalam rumah. Beberapa anggota keluarga tampak bersimpuh, memeluk peti, hingga tak kuasa menahan kesedihan melepas kepergian Dini dan anaknya.

Kepala Desa Sukakarya, Hasan Sukandi, mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat turut berduka atas tragedi yang menimpa warganya tersebut.

“Atas nama pemerintah Desa Sukakarya, atas nama warga Desa Sukakarya, sangat berduka dengan meninggalnya warga kami,” kata Hasan saat ditemui di rumah duka, Kamis dini hari.

Hasan menyampaikan, kedua jenazah rencananya dimakamkan pada Kamis pagi di pemakaman umum desa setempat.

Lokasi pemakaman tersebut dipilih karena di sana terdapat makam ayah Dini. Dengan demikian, ibu dan anak itu akan dimakamkan di tempat yang sama dengan orang tua Dini.

“Alhamdulillah, malam ini dini hari jenazahnya sudah tiba di kampung kami dan besok pagi akan dimakamkan di makam umum,” ujarnya.

Kepulangan Dini dan putranya ke Bogor terjadi setelah Polda Jawa Timur menyelesaikan proses identifikasi sisa jenazah keduanya.

Sebelumnya, fragmen tulang yang ditemukan di lokasi kejadian menjalani pemeriksaan DNA oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur. Hasilnya memastikan bahwa fragmen tersebut merupakan bagian dari jasad Dini dan anaknya.

Setelah identitas dipastikan, Polda Jawa Timur menyerahkan sisa jenazah kepada pihak keluarga di Ruang Jenazah RS Bhayangkara Surabaya H.S. Samsoeri Mertojoso, Rabu (4/11/2026).

Dini dan AGEF diketahui menjadi korban dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang diduga dilakukan DBM (40), warga Madiun, Jawa Timur, pada 20 September 2026.

Dalam kasus tersebut, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memusnahkan jasad kedua korban di pekarangan rumahnya.

Penemuan fragmen tulang di lokasi kejadian kemudian menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan hingga identitas kedua korban berhasil dipastikan melalui pemeriksaan DNA.

Kini, setelah melalui proses panjang identifikasi, sisa jenazah ibu dan anak tersebut akhirnya kembali ke Bogor. Keduanya akan dimakamkan di kampung halaman, di tengah duka keluarga dan masyarakat yang kehilangan.

x
x