Jalan Saleh Danasasmita Jadi Sasaran Vandalisme, Lurah Lawanggintung : Harus Ada Efek Jera

Riky Iskandar
4 Nov 2026 10:26
News 0 4
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Dinding Tembok Penahan Tanah (TPT) di trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor menjadi sasaran aksi vandalisme.

Aksi tersebut membuat Lurah Lawanggintung, Erika Sriwahyuni, prihatin sekaligus geram. Menurutnya, fasilitas publik yang telah dinantikan masyarakat selama kurang lebih dua setengah tahun itu seharusnya dijaga bersama, bukan justru dirusak oleh tindakan vandalisme.

Erika menyebut, perilaku pelaku vandalisme sulit dihentikan hanya dengan melakukan pengawasan. Terlebih, aksi tersebut diduga dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada waktu dini hari ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang.

“Sepanjang kita menjaga, mereka juga akan terus kucing-kucingan melakukan vandalisme. Tidak hanya di Lawanggintung, ketika melihat lahan kosong yang dianggap cocok untuk mengekspresikan diri, pasti akan dituangkan di situ,” ujar Erika, Rabu (4/11/2026).

Ia mengatakan, selama masa uji coba dan pemeliharaan trase jalan berlangsung, pihak pelaksana proyek, PT Promix, masih bertanggung jawab melakukan perawatan, termasuk membersihkan coretan yang muncul pada dinding TPT.

Meski demikian, Erika menilai tindakan pembersihan tersebut belum menyentuh akar persoalan. Sebab, tanpa adanya sanksi yang jelas, pelaku berpotensi mengulangi perbuatannya meskipun fasilitas yang dirusak sudah kembali dibersihkan.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar mempertimbangkan penyusunan regulasi yang mengatur penindakan terhadap pelaku vandalisme. Aturan tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menimbulkan efek jera.

“Kalau seperti ini terus, kita seperti bermain kucing-kucingan. Harus ada penanganan serius atau aturan yang mengatur, sehingga ada efek jera ketika seseorang tertangkap tangan melakukan vandalisme,” tegasnya.

Terkait pengawasan, Erika mengakui pihak kelurahan memiliki keterbatasan personel untuk memantau kawasan tersebut sepanjang waktu. Menurutnya, masih banyak persoalan kewilayahan yang membutuhkan perhatian, khususnya menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pemasangan CCTV pun dinilai bukan satu-satunya solusi. Sebab, apabila kesadaran pelaku untuk menjaga fasilitas umum tidak terbentuk, keberadaan kamera pengawas belum tentu mampu menghentikan aksi tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Erika telah meminta pengurus RT dan RW untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar trase jalan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kewilayahan.

Bahkan, berdasarkan laporan pengurus lingkungan, aksi vandalisme di lokasi tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang cukup singkat.

Erika menceritakan, sekitar pukul 03.00 WIB kondisi dinding TPT masih terlihat bersih. Namun, ketika dilakukan pengecekan kembali sekitar setengah jam kemudian, coretan sudah muncul.

“Sudah saya perintahkan wilayah untuk ikut menjaga. Kebetulan lokasi itu masuk RW 8, RT 1. Sekitar pukul 03.00 WIB masih bersih, tetapi ketika dicek lagi pukul 03.30 WIB ternyata sudah ada coretan. Sepertinya memang kita dibuat kucing-kucingan,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Erika mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor, terutama pengguna trase baru Jalan Saleh Danasasmita, untuk ikut berperan menjaga fasilitas umum. Ia berharap masyarakat tidak bersikap acuh apabila melihat tindakan yang berpotensi merusak lingkungan.

Menurutnya, keberadaan jalan tersebut merupakan hasil pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan bersama. Karena itu, tanggung jawab pemeliharaannya juga harus menjadi kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

“Ini bukan hanya tugas Lawanggintung, bukan hanya tugas Batutulis atau kecamatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kota Bogor, khususnya pengguna jalan trase ini,” katanya.

Erika berharap trase baru Jalan Saleh Danasasmita dapat menjadi kawasan yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar fasilitas yang sudah dibangun dengan proses panjang tersebut tidak kembali menimbulkan persoalan akibat kurangnya kepedulian bersama.

“Yuk, bareng-bareng kita jaga jalan yang sudah kita tunggu-tunggu selama dua setengah tahun. Mari jaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanannya. Kita ingin Jalan Lawanggintung menjadi kawasan yang bersih, tenteram, nyaman, jauh dari PKL dan sampah,” pungkasnya.

x
x