
INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Perlindungan bangunan dari serangan rayap kini mendapat alternatif teknologi baru dengan hadirnya TermiPore di pasar Indonesia.
Teknologi asal India tersebut resmi dipasarkan di Indonesia setelah APCO Group melalui anak usahanya, AJM, mendapatkan hak distribusi TermiPore.
TermiPore merupakan sistem pipa retikulasi bawah tanah yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap rayap sejak bangunan memasuki tahap pra-konstruksi.
Teknologi tersebut menggunakan jaringan pipa elastomer dengan desain struktur sarang lebah atau honeycomb. Jaringan pipa dipasang di bawah lantai sebelum pengecoran sehingga cairan termitisida dapat disalurkan ke area fondasi secara lebih merata.
Pemilik inovasi TermiPore, Pranav, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar yang memiliki peluang besar untuk pengembangan sistem proteksi bangunan tersebut.
Namun, menurut dia, edukasi mengenai pentingnya perlindungan rayap sejak tahap pra-konstruksi masih perlu ditingkatkan.
“Pasar Indonesia sangat besar namun masih berada dalam tahap edukasi terkait sistem proteksi pra-konstruksi yang benar. Bersama LEADS dan AJM, kami berkomitmen memberikan sistem perlindungan bangunan terbaik bagi para pelanggan di Indonesia,” ujar Pranav, Sabtu (3/10/2026).
Dalam pemasarannya di Indonesia, AJM menggandeng LEADS Environmental Health. Perusahaan tersebut merupakan distributor produk sains lingkungan asal Filipina yang turut mendukung distribusi TermiPore di pasar domestik.
Salah satu fitur yang ditawarkan TermiPore adalah mekanisme pengisian ulang cairan termitisida yang dapat dilakukan dari luar bangunan.
Dengan sistem tersebut, pemilik bangunan tidak perlu melakukan pengeboran terhadap lantai atau membongkar keramik ketika pengisian ulang cairan antirayap diperlukan.
Kehadiran teknologi itu juga menjadi bagian dari ekspansi bisnis APCO Group melalui kerja sama joint venture dengan Entech Global Solution dari Singapura.
Kerja sama senilai Rp10 miliar tersebut turut disaksikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan menjadi langkah APCO Group memperluas jejaring bisnis dengan mitra internasional.
Pranav berharap penggunaan TermiPore dapat berkembang di sektor properti, baik untuk bangunan komersial maupun residensial.
“Kami berharap TermiPore dapat merevolusi standar industri pest control urban di Indonesia sekaligus memberikan nilai proteksi jangka panjang bagi aset properti komersial maupun residensial,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memberikan apresiasi terhadap langkah APCO Group yang mampu membangun kerja sama dengan perusahaan dari luar negeri.
Menurut Dedie, ekspansi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi pelaku usaha daerah untuk masuk ke dalam rantai pasok global sekaligus mengembangkan jaringan bisnis lintas negara.
“Pemerintah Kota Bogor berkomitmen penuh mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis lokal agar mampu bersaing di kancah internasional,” ujar Dedie.


Tidak ada komentar