
INFOPANTULAN.COM – Pelaksana Harian Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, Wendi Isnawan, memberikan respons setelah Kantah didatangi Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dalam aksi damai pada Senin, 21 September 2026. Dalam kesempatan itu, Wendi menegaskan pihaknya menghormati aspirasi yang disampaikan puluhan massa dan berjanji menampung masukan untuk evaluasi pelayanan pertanahan.
Wendi, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantah Kabupaten Sukabumi, menyatakan layanan publik di Kantah Kabupaten Bogor I tetap berjalan normal, termasuk layanan pada akhir pekan atau layanan pelataran. Ia menyebut masukan dari HPPMI akan dijadikan bahan perbaikan agar tata kelola layanan pertanahan semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya.
Wendi menyampaikan bahwa pihaknya menghargai apa yang disampaikan para pengunjuk rasa. Ia menekankan bahwa aspirasi tersebut akan ditampung dan diproses sebagai bahan evaluasi, terutama untuk memperbaiki kualitas layanan pertanahan ke depan.
Menurut Wendi, perbaikan yang dimaksud bukan hanya bersifat administratif, melainkan juga menyangkut bagaimana layanan diberikan kepada masyarakat. Ia menempatkan masukan dari massa sebagai masukan yang akan ditelaah, lalu diterjemahkan ke dalam langkah perbaikan tata kelola layanan di Kantah Kabupaten Bogor I.
“Kami sangat hormati apa yang disampaikan teman-teman dari puluhan massa aksi. Insyaallah akan kami tampung dan kami jadikan sebagai bahan untuk perbaikan pelayanan ke depan bagi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya,” kata Wendi.
Di tengah rangkaian kegiatan aksi, Wendi memastikan pelayanan publik tidak terganggu. Ia menyatakan Kantah tetap melayani masyarakat sebagaimana mestinya, termasuk pada hari-hari yang biasanya memiliki jadwal layanan tertentu.
Ia juga menegaskan komitmen petugas untuk tetap memberikan layanan maksimal. Dalam penjelasannya, layanan pada akhir pekan dan layanan pelataran disebut tetap berjalan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat yang memiliki kebutuhan layanan pertanahan tidak harus menunda urusan mereka hanya karena adanya aksi di lokasi kantor.
Wendi menambahkan bahwa langkah perbaikan tata kelola layanan menjadi bagian dari upaya kantor untuk meningkatkan kualitas layanan kepada publik. Ia menilai evaluasi internal perlu dilakukan agar proses pelayanan lebih tertib, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan maupun masukan. Bagi Wendi, dukungan tersebut dianggap sebagai dorongan agar proses pembenahan berjalan lancar, termasuk dalam aspek tata kelola layanan yang menyentuh langsung pengalaman masyarakat saat mengurus kebutuhan pertanahan.
“Komitmen kami berupaya untuk melakukan perbaikan semua tata kelola layanan di Kantah Bogor I serta memberikan pelayanan secara maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
HPPMI menggelar aksi di depan Kantah Kabupaten Bogor I dengan rangkaian kegiatan yang meliputi tahlil, potong tumpeng, hingga penyembelihan dua ekor kambing. Aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk syukuran, dengan nuansa kegiatan keagamaan dan simbolik.
Dalam penjelasan latar belakang aksi, kegiatan itu dikaitkan dengan penindakan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat dalam perkara dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Summarecon Bogor. Dengan demikian, aksi HPPMI tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa pesan moral agar tata kelola pengurusan pertanahan berjalan lebih bersih dan akuntabel.
Menjelang akhir pernyataannya, Wendi menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut memberikan dukungan dan masukan. Ia meminta agar semua pihak turut mendoakan agar proses perbaikan tata kelola layanan dapat berjalan dengan lancar.
Pesan ini menegaskan bahwa respons terhadap aspirasi publik tidak berhenti pada pernyataan saat aksi berlangsung. Wendi menempatkan masukan sebagai bagian dari kerja evaluasi, sementara dukungan di luar kantor diharapkan turut memperkuat langkah perbaikan layanan pertanahan di Kabupaten Bogor I.
“Terima kasih juga atas dukungan para pihak demi perbaikan kami. Mohon doanya agar diberikan kelancaran dalam melaksanakan perbaikan tata kelola layanan,” pungkasnya.

