
INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kota Bogor kembali menyiapkan Car Free Day atau CFD di Jalan Sudirman. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, dan menjadi ruang bagi warga untuk beraktivitas fisik tanpa kendaraan bermotor di area tertentu.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyampaikan bahwa CFD bukan hanya agenda olahraga yang bersifat seremonial, melainkan bagian dari upaya membentuk kebiasaan hidup aktif dan sehat. Harapannya, masyarakat tidak berhenti hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi membawa pola bergerak itu ke rutinitas sehari-hari.
Dedie A Rachim menyebut CFD akan digelar kembali di Jalan Sudirman, Kota Bogor, pada Minggu, 13 September 2026. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, 12 September 2026, saat menjelaskan rencana penyelenggaraan kegiatan di ruang publik tersebut.
Jalan Sudirman dipilih karena menjadi koridor aktivitas warga yang relatif mudah dijangkau, sehingga pelaksanaan CFD dapat dimanfaatkan untuk mendorong lebih banyak orang mencoba berolahraga atau sekadar berjalan kaki. Dengan ditutupnya akses untuk kendaraan bermotor pada jam tertentu, suasana di area tersebut berubah menjadi lebih ramah pejalan kaki dan pesepeda.
Menurut Dedie A Rachim, CFD memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menyediakan waktu untuk olahraga. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membiasakan masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya aktivitas sesekali ketika ada agenda pemerintah.
Ia menekankan bahwa budaya aktif tidak cukup hanya dibentuk melalui event di ruang publik. Kebiasaan bergerak dan beraktivitas perlu ditanamkan di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, tempat kerja, kelurahan, hingga lingkungan keluarga. Dengan cara itu, dorongan hidup sehat tidak berhenti di satu titik dan satu hari kegiatan.
Dedie A Rachim menilai keberhasilan pembangunan di bidang olahraga tidak semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan yang digelar pemerintah. Fokusnya harus bergeser pada dampak nyata, yakni meningkatnya aktivitas masyarakat dalam menjaga kebugaran dan kesehatan.
Penilaian seperti ini membuat pemerintah perlu melihat indikator yang lebih dekat dengan kondisi riil di lapangan. Artinya, kegiatan CFD dan program sejenis diharapkan menghasilkan perubahan perilaku, misalnya warga lebih sering bergerak, lebih rutin berolahraga, atau lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan.
Dalam arah kebijakan, Wali Kota Bogor menegaskan bahwa penyusunan program bidang olahraga perlu berangkat dari data serta indikator yang terukur. Ia menyebut setiap rumusan kebijakan harus mempertimbangkan kondisi nyata yang ada, sehingga keputusan tidak hanya bersandar pada rencana kegiatan, tetapi juga pada hasil yang dapat dipantau.
Pendekatan berbasis indikator juga relevan untuk memetakan kebutuhan warga dan mengevaluasi efektivitas program. Dengan indikator yang jelas, penyelenggara dapat menilai apakah pelaksanaan CFD benar-benar mendorong kebiasaan aktif yang berkelanjutan, termasuk setelah acara selesai.
Agenda CFD Bogor pada 13 September 2026 di Jalan Sudirman akhirnya menjadi salah satu titik penting dalam strategi mendorong gaya hidup lebih sehat. Saat warga diberi ruang untuk bergerak, pemerintah juga mengarahkan agar perubahan kebiasaan itu terus berjalan di berbagai aspek kehidupan, dari lingkungan pendidikan hingga keluarga.

