Imfopantulan.com, JAKARTA – Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026) siang.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
“Dengan hormat dilaporkan berita duka cita, telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1B, Cikeas, Bogor,” ujar Brigjen Rico dalam keterangannya.
Lahir pada 21 April 1950, Ryamizard merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Darat tahun 1974. Namanya mulai dikenal luas ketika dipercaya menjabat Pangdam V/Brawijaya pada 1999 sebelum kemudian memimpin Kodam Jaya/Jayakarta pada periode 1999–2000.
Kariernya terus menanjak saat dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 2000 hingga 2002. Setelah itu, ia menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga tahun 2005.
Ryamizard juga pernah menjadi salah satu kandidat kuat Panglima TNI pada 2006. Namun, saat itu pemerintah memilih Marsekal TNI Djoko Suyanto untuk menduduki jabatan tertinggi di lingkungan TNI.
Pada bidang politik dan pemerintahan, nama Ryamizard sempat disebut-sebut sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2014. Meski demikian, Presiden Joko Widodo akhirnya memilih Jusuf Kalla sebagai pendampingnya.
Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Ryamizard dipercaya menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019. Selama memimpin Kementerian Pertahanan, ia dikenal sebagai penggagas dan penguat Program Bela Negara yang menjadi salah satu program strategis nasional di bidang pertahanan.
Atas dedikasinya, Ryamizard menerima berbagai penghargaan, termasuk Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada 2019.
Pada tahun yang sama, ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Pertahanan kepada Prabowo Subianto yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan periode berikutnya.



















